SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Singkawang Bulog Singkawang Serap 50 Ton Gabah Petani Sambas di Awal 2026

Bulog Singkawang Serap 50 Ton Gabah Petani Sambas di Awal 2026

Bulog Singkawang melakukan penyerapan gabah padi petani di Kabupaten Sambas/ ANT

Singkawang (Suara Kalbar) (ANTARA) – Perum Bulog Cabang Singkawang, Kalimantan Barat, menyerap sebanyak 50 ton gabah petani di Kabupaten Sambas pada penyerapan perdana di awal tahun 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Penyerapan gabah ini di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Salatiga, Kecamatan Selakau, dan Kecamatan Selakau Timur, dengan harga pembelian sebesar Rp6.500 per kilogram,” ujar Pimpinan Cabang Bulog Singkawang Noldi Ramayadi di Singkawang, Jumat (16/1/2026).

Ia mengatakan penyerapan 50 ton gabah pada awal tahun menjadi langkah awal Bulog dalam mengamankan produksi petani di wilayah Sambas yang mulai memasuki masa panen.

“Alhamdulillah, pada penyerapan perdana awal tahun 2026 ini Bulog Singkawang berhasil menyerap sekitar 50 ton gabah petani di tiga kecamatan di Kabupaten Sambas. Ini merupakan komitmen kami untuk hadir langsung di tengah petani,” kata Noldi.

Bulog akan melanjutkan penyerapan gabah ke sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Sambas dalam beberapa hari ke depan, di antaranya Kecamatan Jawai dan Tangaran, seiring meluasnya panen petani, ujar dia.

Menurut Noldi, kelancaran penyerapan gabah tidak terlepas dari sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, serta pemerintah desa yang aktif menyampaikan informasi wilayah panen.

“Kami mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian, Kodim Sambas, penyuluh, dan kepala desa, sehingga Bulog dapat bergerak cepat menyerap gabah petani sesuai harga yang ditetapkan,” ujar dia.

Noldi menegaskan Bulog Singkawang akan terus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau sepanjang tahun 2026.

Penyerapan gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram mendapat sambutan positif dari petani. Jayadi, petani asal Kecamatan Salatiga, mengatakan harga tersebut jauh lebih baik dibandingkan harga yang sebelumnya diterima petani dari pembeli lain.

“Kami sangat bersyukur gabah kami dibeli Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram. Sebelumnya hanya dihargai sekitar Rp5.300 per kilogram. Kehadiran Bulog sangat membantu petani di awal tahun ini,” kata Jayadi.

Ia berharap harga gabah tersebut terus stabil dan tentu menjadi penyemangat untuk petani di Sambas dan Kalimantan Barat pada umumnya.

Sumber: ANTARA

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan