SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sekadau Banjir Sekadau Meluas, 2.536 KK dan 9.202 Jiwa Terdampak di Tiga Kecamatan

Banjir Sekadau Meluas, 2.536 KK dan 9.202 Jiwa Terdampak di Tiga Kecamatan

Pengantin baru saat menuju gereja harus diantar tim BPBD dan Basarna. SUARAKALBAR.CO.ID/ist

Sekadau (Suara Kalbar) – Bencana banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Hujan lebat hingga sangat lebat yang mengguyur sejak Rabu (7/1/2026) malam hingga dini hari menyebabkan Sungai Sekadau meluap dan merendam permukiman warga di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Nanga Taman, Nanga Mahap, dan Sekadau Hulu.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, banjir mulai terjadi pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dan masih berlangsung hingga Jumat (9/1/2026). Debit air yang tinggi dari wilayah hulu, terutama dari Kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap, memperparah kondisi banjir di Kecamatan Sekadau Hulu.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo, menyampaikan bahwa hingga Jumat (9/1/2026) pukul 12.00 WIB, total warga terdampak mencapai 2.536 Kepala Keluarga (KK) atau 9.202 jiwa.

“Curah hujan yang tinggi dengan durasi cukup lama mengakibatkan sungai meluap. Selain itu, adanya kiriman air dari daerah hulu membuat beberapa wilayah mengalami peningkatan tinggi genangan,” ujar Heri dalam laporan tertulisnya.

Di Kecamatan Nanga Taman, banjir berdampak pada 1.100 KK atau 3.688 jiwa yang tersebar di sejumlah desa, di antaranya Desa Nanga Taman, Senangak, Nanga Kiungkang, dan Nanga Mentukak. Sementara di Kecamatan Nanga Mahap, banjir merendam Desa Lembah Beringin dengan jumlah terdampak sebanyak 50 KK atau 400 jiwa.

Adapun wilayah terparah terjadi di Kecamatan Sekadau Hulu dengan jumlah terdampak mencapai 1.386 KK atau 5.114 jiwa. Desa Rawak Hulu dan Rawak Hilir menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak.

BPBD Kabupaten Sekadau bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, OPD terkait, pihak kecamatan dan desa telah melakukan berbagai upaya penanganan. Di antaranya koordinasi lintas instansi, penurunan personel ke lokasi, monitoring dan patroli, evakuasi warga terdampak, serta pendataan dan dokumentasi wilayah terdampak banjir.

“Kami juga terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama jika terjadi kenaikan tinggi air secara tiba-tiba,” tambah Heri.

Saat ini, kondisi banjir di sejumlah desa mulai menunjukkan penurunan dengan rata-rata surut sekitar 50 sentimeter. Namun, di beberapa wilayah lain tinggi air masih cenderung meningkat akibat kiriman dari daerah hulu. Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 0,5 hingga 2 meter.

Akibat bencana ini, aktivitas masyarakat terganggu, ribuan rumah terendam, akses transportasi antar desa terputus, serta terjadi kerusakan pada jalan, jembatan, dan fasilitas umum. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman, sementara sebagian lainnya bertahan di rumah masing-masing.

BPBD Kabupaten Sekadau merekomendasikan percepatan penetapan status darurat bencana, penguatan koordinasi antarinstansi, penambahan personel di lapangan, serta kesiapan peralatan dan logistik untuk mendukung penanganan bencana secara optimal.

Laporan dan data ini dihimpun dari Tim TRC BPBD Kabupaten Sekadau, kecamatan terdampak, Polsek dan Koramil setempat, Basarnas, serta pemerintah desa di wilayah terdampak banjir.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan