Awal 2026, Ekspor Udang Wangkang Kalbar Capai Rp441 Juta
Pontianak (Suara Kalbar) – Komoditas perikanan unggulan Kalimantan Barat kembali mencatatkan capaian positif di awal tahun 2026. Sebanyak 9 ton udang wangkang berhasil diekspor ke pasar internasional dengan nilai mencapai Rp441 juta melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.
Proses ekspor tersebut difasilitasi oleh Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan PLBN Entikong pada pekan pertama Januari 2026. Keberhasilan pengiriman ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan pasar global terhadap kualitas produk perikanan asal Kalbar.
Karantina Kalbar memastikan seluruh komoditas yang diekspor telah melewati pengawasan dan tindakan karantina secara menyeluruh. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengujian mutu, hingga kelengkapan dokumen ekspor dilakukan secara ketat sesuai dengan standar negara tujuan serta ketentuan biosekuriti internasional.
Meningkatnya volume ekspor di awal Januari ini juga dinilai sebagai sinyal positif bagi percepatan arus perdagangan lintas batas, khususnya melalui jalur PLBN Entikong yang menjadi gerbang utama ekspor komoditas Kalbar.
Penanggung Jawab Karantina Kalbar Satuan Pelayanan PLBN Entikong, Swiet Sinay, menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal setiap komoditas strategis yang keluar masuk wilayah perbatasan.
“Kami memastikan seluruh proses ekspor berjalan sesuai ketentuan. Udang wangkang yang dilepas telah melalui rangkaian uji kesehatan dan mutu yang ketat, sehingga aman dan memiliki kualitas premium untuk bersaing di pasar internasional,” ujarnya.
Menurut Swiet, capaian ekspor ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha perikanan di Kalimantan Barat serta memperkuat posisi daerah sebagai salah satu penyuplai komoditas perikanan unggulan nasional.
Ke depan, Karantina Kalbar akan terus memperkuat layanan dan sistem pengawasan karantina di PLBN Entikong guna mendorong ekspor komoditas unggulan daerah agar semakin kompetitif, berkelanjutan, dan mampu menembus pasar global secara konsisten.
Penulis: Meriyanti
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






