YouTube Tutup Channel Trailer Palsu Berbasis AI
Suara Kalbar – Platform video YouTube menutup dua channel populer, Screen Culture dan KH Studio, setelah terbukti berulang kali melanggar kebijakan spam dan metadata menyesatkan.
Kedua kanal tersebut diketahui mengunggah trailer film palsu berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kerap menipu penonton, sebagaimana dilaporkan Deadline, dikutip Minggu (21/12/2025).
Sebelum ditutup, Screen Culture dan KH Studio telah mengumpulkan lebih dari 2 juta pelanggan dengan total tayangan melampaui 1 miliar views. Kanal-kanal ini dikenal memproduksi trailer film yang terlihat sangat realistis untuk proyek film yang belum dirilis, bahkan tidak pernah ada, dengan menggabungkan cuplikan resmi studio dan visual hasil AI.
Salah satu contoh yang disorot adalah Screen Culture yang mengunggah 23 versi trailer palsu film Fantastic Four. Beberapa di antaranya bahkan sempat mengungguli trailer resmi yang dirilis Marvel dalam hasil pencarian dan jumlah penayangan.
Pada awal 2024, YouTube sebenarnya telah menghentikan monetisasi kedua kanal tersebut setelah investigasi Deadline mengungkap maraknya trailer palsu berbasis AI. Namun, menurut laporan Deadline, para kreator sempat mendapatkan kembali monetisasi dengan memberi label video sebagai “fan trailer”, “parodi”, atau “concept trailer”.
Belakangan, label tersebut dihapus dan para kreator kembali pada praktik lama mereka. Deadline menyebut langkah inilah yang secara langsung memicu keputusan YouTube untuk menghentikan kanal mereka secara permanen.
Investigasi Deadline juga menemukan bahwa sejumlah studio besar, seperti Warner Bros. Discovery dan Sony, tidak langsung meminta penghapusan video. Sebaliknya, mereka diam-diam meminta YouTube agar pendapatan iklan dari video trailer AI tersebut dialihkan kepada pihak studio.
Tekanan terhadap konten AI juga meningkat setelah Disney mengirimkan surat cease-and-desist kepada Google, dengan tuduhan bahwa model AI Google telah melanggar hak cipta Disney dalam skala besar.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






