Toyota Pertimbangkan Impor Mobil Produksi AS ke Jepang
Jakarta (Suara Kalbar)- Toyota dikabarkan sedang menyiapkan langkah yang tidak lazim dengan rencana mengimpor mobil produksi Amerika Serikat (AS) ke pasar domestik Jepang mulai tahun depan.
Mengutip Carscoops, Jumat (19/12/2025), langkah ini dinilai berkaitan dengan tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang menyoroti ketimpangan neraca perdagangan antara Amerika Serikat dan Jepang.
Namun, Toyota secara resmi menyebut rencana tersebut sebagai upaya untuk memperluas pilihan kendaraan bagi konsumen Jepang. Strategi serupa juga dikabarkan sedang dipertimbangkan oleh produsen otomotif Jepang lainnya, seperti Honda dan Nissan.
Model pertama yang berpotensi diimpor adalah Toyota Camry, sedan yang selama ini menjadi salah satu mobil terlaris di Amerika Serikat (AS).
Selain itu, Toyota juga mempertimbangkan membawa SUV Highlander serta pickup full-size Tundra, yang hingga kini tidak dipasarkan di Jepang.
Namun, kelayakan finansial rencana tersebut masih menjadi tanda tanya. Biaya produksi dan pengiriman dari Amerika Utara dinilai lebih tinggi, terutama karena faktor upah tenaga kerja dan logistik, sehingga berpotensi memengaruhi harga jual di pasar Jepang.
Presiden AS Donald Trump berulang kali mengkritik defisit perdagangan negaranya dengan Jepang. Ia menilai adanya hambatan dagang yang membatasi penetrasi kendaraan buatan Amerika di pasar luar negeri, termasuk Jepang.
Pada sisi lain, perbedaan preferensi konsumen juga menjadi tantangan tersendiri. Konsumen AS cenderung menyukai pickup dan SUV berukuran besar, sementara pasar Jepang lebih didominasi mobil kompak perkotaan dan kendaraan kei.
Presiden Toyota Akio Toyoda disebut telah menunjukkan minat untuk menjajaki kemungkinan impor mobil buatan AS ke Jepang. Honda juga dikabarkan mempertimbangkan langkah serupa dengan potensi menghadirkan model, seperti pickup Ridgeline, SUV Pilot, serta beberapa kendaraan listrik merek Acura yang diproduksi di AS.
Sementara itu, Nissan disebut berpeluang mengikuti langkah tersebut dengan membawa model SUV Murano dan Pathfinder ke pasar Jepang.
Faktor penting yang mendukung rencana ini adalah perubahan regulasi. Pemerintah Jepang sedang menyiapkan jalur sertifikasi baru yang memungkinkan kendaraan buatan AS mendapatkan persetujuan hanya melalui peninjauan dokumen, tanpa pengujian tambahan di Jepang.
Jika diterapkan, aturan tersebut diperkirakan mulai berlaku paling cepat pada 2026 dan berpotensi menurunkan hambatan masuk mobil AS ke pasar Jepang.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






