SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Setelah Vakum, Wall of Fades Hadir Lagi dengan Kurasi Brand Lokal yang Lebih Berani

Setelah Vakum, Wall of Fades Hadir Lagi dengan Kurasi Brand Lokal yang Lebih Berani

Wall of Fades 2025 berlangsung pada 5–7 Desember 2025, di Exhibition Hall West Mall Grand Indonesia Lantai 5, Jakarta. (Beritasatu.com/Gesa Vitara)

Suara Kalbar – Setelah jeda satu tahun, Wall of Fades akhirnya kembali. Penggemar denim tanah air boleh bernapas lega the comeback is real. Tahun ke-16 ini menjadi momen spesial karena acara denim terbesar di Indonesia tersebut mengusung tema “The Return of Raw”, sebuah penghormatan untuk akar komunitas yang tumbuh dari forum daring Darahkubiru, ruang awal bagi pecinta denim merayakan passion yang sama.

“Di tahun ke-16 ini, kita balik lagi. Tahun kemarin sempat vakum, tapi sekarang kami kembali dengan konsep yang lebih intim dan kurasi brand yang lebih banyak,” ujar Founder Wall of Fades,Panca Novianto. Ia menggambarkan kembalinya WoF sebagai bentuk energi baru dari sebuah komunitas yang tidak pernah benar-benar padam.

Lebih Intim, Lebih Terkurasi, Lebih Besar Dampaknya

Menurut Panca, berkembangnya industri lokal membuat kurasi tahun ini jauh lebih luas. Yang dulu berfokus pada denim, kini melebar menjadi ekosistem men’s lifestyle yang lengkap.

“Tahun ini isinya aksesoris, denim, apparel, sampai grooming, footwear, leathercraft semua ada. Dan semuanya brand Indonesia.”

Total ada 39 tenant yang berpartisipasi, menunjukkan betapa pesatnya pertumbuhan brand lokal dan tingginya kepercayaan diri mereka memasuki panggung lebih besar.

Brand Lokal Jajaki Pasar Internasional

Fenomena menarik lainnya adalah semakin banyaknya brand lokal yang berani mencoba pasar internasional. Secara kualitas, kata Panca, produk lokal sudah sangat kompetitif.

“Kualitas barang kita sudah nggak kalah sama brand luar. Challenge-nya lebih ke bagaimana menemukan jalur yang tepat untuk masuk ke pasar internasional,” tuturnya.

Dalam tiga tahun terakhir, beberapa brand Indonesia sudah mulai ikut bazar men’s lifestyle di Jepang seperti Inazuma dan MoonEyes, dan responsnya sangat positif. Selain itu, pasar Malaysia dan Bangkok juga menjadi tujuan utama brand-brand yang ingin memperluas pasar di Asia Tenggara.

Kuncinya? Storytelling. Karakter brand. Konsistensi craftsmanship.

Craftmanship kita sudah nggak jauh beda. Tinggal bagaimana membangun cerita dan karakter brand itu sendiri,” pungkasnya.

Pengalaman Komplit: Denim Market, Eksperimen, Komunitas

Wall of Fades 2025 hadir dengan rangkaian agenda yang semakin matang dan interaktif, mulai dari:
•    Pameran Denim
•    Denim Market berisi brand lokal pilihan dan rilisan eksklusif
•    Pojok Eksperimen, ruang eksplorasi kreatif
•    Community Gathering berupa talkshow, workshop, dan meet-up
•    Penampilan DJ yang memperkuat vibe urban khas WoF

Semua berlangsung pada 5–7 Desember 2025, di Exhibition Hall West Mall Grand Indonesia Lantai 5, Jakarta. Sebagai pelengkap, pengunjung juga bisa menikmati berbagai diskon menarik yang hanya hadir selama tiga hari. Jadi, tunggu apa lagi? Datang dan rasakan sendiri lebarannya para pecinta denim.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan