Mendag Targetkan Perdagangan Indonesia–Eurasia Naik 100 Persen Lewat I-EAEU FTA
Jakarta (Suara Kalbar)- Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia naik 100 persen, setelah ditandatanganinya Kesepakatan Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia-Eurasia Economic Union Free Trade Agreement/I-EAEU FTA).
“Kita sih targetnya dua kali (lipat) lebih, 100 persen target kita,” ujar Budi, di Jakarta, Jumat.
Dengan adanya kesepakatan I-EAEU FTA, maka produk Indonesia yang masuk ke negara anggota Uni Ekonomi Eurasia, seperti Rusia, Kazakhstan, Armenia, Belarusia, dan Kyrgystan akan mendapat tarif 0 persen.
Menurut Budi, pasar Indonesia cukup besar di wilayah tersebut. Selain itu, Indonesia juga mengimpor berbagai barang modal dari negara-negara Uni Ekonomi Eurasia.
“Pasar kita di sana cukup besar dan kita juga impor barang-barang modal kan di sana, gandum, terus fertilizer yang untuk pupuk,” kata Mendag.
Pada 2024, perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia tercatat 4,1 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Uni Ekonomi Eurasia tercatat sebesar 1,5 miliar dolar AS, naik 36 persen dari tahun sebelumnya.
Sedangkan, impor Indonesia dari Uni Ekonomi Eurasia tercatat sebesar 2,4 miliar dolar AS, turun 4 persen dari tahun sebelumnya.
Beberapa produk unggulan Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar Uni Ekonomi Eurasia antara lain minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), tekstil, produk manufaktur, pertanian dan perikanan.
Penandatanganan kesepakatan I-EAEU FTA ditargetkan paling cepat dilakukan pada 20-21 Desember 2025 di EAEU Summit, St.Petersburg, Rusia. Indonesia dan EAEU tengah berkoordinasi untuk menentukan waktu penandatanganan perjanjian itu.
Seluruh negara anggota Uni Ekonomi Eurasia tengah berupaya menyelesaikan prosedur internal di tiap negara. Kesepakatan ini diharapkan dapat ditandatangani pada tingkat Menteri Perdagangan di hadapan para kepala negara yang hadir dalam EAEU Summit mendatang.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






