Indigo Brew and Bake Resmi Dibuka di Pontianak, Hadirkan Cita Rasa Lokal
Pontianak (Suara Kalbar) – Coffeeshop Indigo Brew and Bake resmi dibuka di Jalan Letjen Suprapto, Pontianak, dan diharapkan menjadi ruang pertemuan lintas generasi yang memadukan rasa, cerita, dan kenangan.
Peresmian Indigo Brew and Bake dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, didampingi Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Owner Indigo Adhe Hariadi, serta Founder Indigo Reza.
Hadir dengan konsep yang luas, nyaman, dan inklusif, Indigo Brew and Bake dirancang sebagai tempat yang terbuka bagi semua kalangan, mulai dari anak muda, keluarga, hingga pencinta kuliner tradisional. Coffeeshop ini juga dilengkapi area indoor dan outdoor yang menambah kenyamanan pengunjung.
Tak hanya menyajikan kopi, Indigo Brew and Bake menawarkan beragam pilihan pastry, Lapis Legit khas Sambas, serta kue tradisional Singkep-singkep dari Keraton Kadariah Pontianak.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berharap kehadiran Indigo Brew and Bake dapat menjadi ruang kreatif dan kebersamaan bagi masyarakat.
“Semoga tempat ini menjadi wadah berkumpulnya anak-anak muda yang kreatif, tempat ngopi yang asyik, sekaligus ruang untuk mempererat persaudaraan,” ujar Norsan saat peresmian.
Owner Indigo Brew and Bake, Adhe Hariadi, mengatakan kehadiran Indigo merupakan upaya menghadirkan kekhasan Pontianak dalam satu ruang yang modern namun tetap berakar pada budaya lokal.
Salah satu menu unggulan yang menjadi kebanggaan adalah Lapis Legit Khatulistiwa, yang terinspirasi dari lapis legit khas Sambas dan dikembangkan oleh Ina, istri Founder Indigo.
“Kami ingin pengunjung datang bukan hanya untuk minum kopi, tetapi juga mengenal cita rasa lokal. Di sini ada bakery, pastry segar, hingga kue tradisional seperti Singkep-singkep,” ujar Adhe.
Sementara itu, Founder Indigo Brew and Bake, Reza, menyebut Indigo dibangun dengan filosofi sederhana namun bermakna.
“Tagline kami Meracik Masa Depan. Indigo kami rancang sebagai ruang penuh cerita, tempat setiap tamu merasa istimewa dan pulang membawa kesan,” jelasnya.
Selain kopi signature yang melalui proses taste selection, Indigo juga menyajikan pastry yang dibuat segar setiap hari, pizza, serta berbagai pilihan minuman yang mampu menyatukan lintas generasi.
“Pontianak bukan hanya dikenal sebagai Kota Khatulistiwa. Budaya dan kuliner adalah identitas kita. Melalui Indigo, kami ingin terus merawat dan memperkenalkan itu semua,” pungkas Reza.
Penulis: Meriyanti
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






