IDC: Harga PC Terancam Naik Imbas Krisis Memori Global
Suara Kalbar – Lembaga riset International Data Corporation (IDC) memproyeksikan harga komputer pribadi (PC) berpotensi meningkat pada tahun depan seiring kelangkaan komponen memori di pasar global. Kondisi ini dipicu lonjakan permintaan memori yang terjadi serentak di berbagai segmen industri.
Mengutip laporan Gizmochina, Selasa (23/12/2025), IDC menilai kenaikan harga PC didorong fenomena memory supercycle, yakni periode ketika permintaan memori termasuk DRAM yang melonjak tajam.
Permintaan tersebut antara lain berasal dari pertumbuhan server berbasis artificial intelligence (AI), hadirnya PC berfitur AI, serta gelombang pembaruan perangkat menyusul berakhirnya dukungan sistem operasi Windows 10.
Pada sisi pasokan, produksi memori global dinilai belum mampu mengejar lonjakan permintaan. Ketimpangan antara suplai dan permintaan inilah yang mendorong tren kenaikan harga memori dalam beberapa waktu terakhir dan diperkirakan masih berlanjut ke depan.
IDC mencatat dampak kenaikan harga memori tidak hanya dirasakan pada PC, tetapi juga merembet ke kartu grafis, ponsel pintar, hingga perangkat gim genggam yang sama-sama bergantung pada ketersediaan memori.
Sejumlah produsen PC global, seperti Lenovo, Dell, HP, Acer, dan ASUS dilaporkan telah mengingatkan pasar soal kondisi yang kian menantang. Beberapa pemasok bahkan mulai menyiapkan penyesuaian harga sekitar 15%-20% mulai paruh kedua 2026, seiring perubahan kontrak dan biaya produksi.
Dalam proyeksinya, IDC memperkirakan pengiriman PC global dapat turun sekitar 4,9% pada 2026. Penurunan berpotensi lebih dalam jika kelangkaan memori semakin memburuk.
Produsen berskala besar dinilai relatif lebih tangguh karena dapat memanfaatkan skala produksi untuk menekan harga, sementara perakit PC kustom diperkirakan terdampak lebih cepat.
Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi adopsi PC berbasis AI. Sejumlah fitur AI, termasuk persyaratan Copilot+ dari Microsoft membutuhkan kapasitas memori lebih besar. Dengan pasokan yang terbatas, sebagian produsen diperkirakan akan menyesuaikan spesifikasi memori pada produk tertentu.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






