SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Honda EV Outlier, Konsep Motor Listrik di Luar Pakem

Honda EV Outlier, Konsep Motor Listrik di Luar Pakem

Honda EV Outlier Concept menegaskan upaya Honda meredefinisi pengalaman berkendara motor listrik lewat desain, ergonomi, dan sensasi baru. (Bikewale/DOK)

Suara Kalbar – Honda baru-baru ini mengungkap konsep motor listrik terbarunya, EV Outlier Concept, yang dirancang bukan sekadar menempelkan sistem tenaga listrik pada motor konvensional. Menurut Kepala Desain Honda,  Yuya Tsutsumi, proyek ini dimaksudkan sebagai “outlier” atau sesuatu yang keluar dari batasan konvensional, menekankan evolusi kategori motor listrik alih-alih sekadar menggantikan mesin pembakaran internal.

Konsep Outlier lahir dari diskusi Waigaya, metode brainstorming kolaboratif khas Honda, yang melibatkan pertukaran ide antara desainer Jepang dan internasional. Tim merumuskan tiga tema berkendara utama yakni Gliding, Ecstasy, dan Low, masing-masing dirancang untuk menghadirkan sensasi berbeda dari motor listrik.

Gliding menekankan pengalaman berkendara yang mulus dan senyap, menggabungkan akselerasi, pengereman, dan menikung menjadi satu kesatuan. Ecstasy menghadirkan respons instan dan torsi kuat, membuat motor listrik terasa hidup dan terkoneksi dengan pengendara. Sementara Low fokus pada posisi duduk rendah yang mengubah perspektif pengendara, memberikan pengalaman berkendara yang unik.

Dari sisi desain, Honda memperbesar volume depan untuk menonjolkan postur rendah motor, dan menambahkan sandaran belakang melingkar yang dirancang menyerap gaya akselerasi serta mendukung gaya berkendara berbasis pinggul.

“Sentuhan ini menunjukkan bagaimana ergonomi EV bisa berbeda dibanding motor berbahan bakar fosil,” tulis Bikewale, Jumat (19/12/2025).

Beberapa elemen konsep lain juga menyoroti evolusi antarmuka pengendara. Cermin digantikan kamera yang terhubung ke dashboard lebar, menampilkan informasi seperti sudut kemiringan dan output tenaga secara real-time. Tujuannya adalah mempererat koneksi pengendara dengan mesin melalui data dan umpan balik, bukan melalui suara mesin.

Tim pengembang mengakui tantangan proporsi desain, karena motor bensin memiliki standar visual yang sudah melekat. Outlier mencoba membuat paket dan postur motor listrik terasa menarik, sehingga menuntut eksplorasi keseimbangan baru tanpa tolok ukur yang jelas.

Konsep ini pertama kali diperkenalkan di Japan Mobility Show 2025, dan Honda menegaskan bahwa Outlier dirancang untuk memberikan kejutan sekaligus membangkitkan antusiasme terhadap motor listrik masa depan.

Dengan EV Outlier, Honda menegaskan posisinya tidak hanya sebagai produsen motor, tetapi juga sebagai pionir dalam meredefinisi pengalaman berkendara listrik, sekaligus membuka jalan bagi generasi motor listrik yang lebih inovatif dan personal.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan