DWP Provinsi Kalbar Beri Kado Ceria untuk Pejuang Kanker
Pontianak (Suara Kalbar) – Sebagai bentuk dukungan moral dan empati kepada para pejuang kanker yang tengah menjalani perawatan, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kunjungan kemanusiaan ke RSUD dr. Soedarso, Rabu (10/12/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DWP Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Windy Prihastari Harisson yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kalbar. Selain menjenguk pasien, rombongan DWP Kalbar juga menyerahkan bingkisan “Kado Ceria” sebagai wujud kasih sayang dan penyemangat bagi para pasien dan pendamping.
“Hari ini merupakan bagian dari rangkaian HUT DWP dan peringatan Hari Ibu. Selain sebagai Ketua DWP Provinsi Kalbar, saya juga hadir sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia Kalbar dan Ketua Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalasemia. Pagi ini kami sengaja datang langsung untuk bertemu, menyapa, dan memberikan semangat kepada para pejuang kanker,” ucap Windy.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut tidak hanya sebatas menjenguk, tetapi juga merupakan gerakan sosial untuk memberikan dukungan emosional dan psikologis bagi pasien serta keluarga pendamping yang setiap hari menghadapi proses pengobatan yang tidak mudah.
“Mereka ini perlu sering disapa, sering diajak berkomunikasi, agar tidak merasa sendiri dalam menghadapi cobaan yang luar biasa ini. Kehadiran kita adalah pesan bahwa mereka tidak sendirian dan selalu ada yang mendampingi,” jelasnya.
Windy menambahkan, bingkisan yang diberikan merupakan simbol kepedulian dan harapan agar para pasien tetap memiliki semangat untuk menjalani perawatan.
“Kami menyebutnya “kado ceria”, dengan harapan yang sederhana, semoga bisa dimanfaatkan dan menjadi penyemangat bahwa ada banyak pihak yang peduli dan terus mendoakan kesembuhan mereka,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Windy juga menyampaikan gagasan kepada manajemen RSUD dr. Soedarso agar Sekretariat Yayasan Kanker Indonesia Kalbar dapat berada di lingkungan rumah sakit, sebagaimana konsep “rumah kedua” yang telah diterapkan bagi penyandang thalasemia.
“Kami ingin ke depannya, tidak hanya orang sakit yang datang ke rumah sakit, tetapi juga ada ruang edukasi. Edukasi tentang pencegahan kanker, informasi kesehatan, dan ruang komunikasi antara komunitas peduli kanker serta para penyintas di Kalbar,” pungkasnya.
Menurutnya, penanganan kanker tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan tenaga medis, ketersediaan obat, serta pendampingan keluarga pasien
“Permasalahan kanker ini harus kita hadapi bersama. Tadi kami juga mendengar langsung penjelasan terkait pendampingan keluarga pasien, ketersediaan obat-obatan, hingga keterbatasan tenaga medis yang memang masih menjadi tantangan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker sebagai upaya utama menekan angka kasus dan meningkatkan peluang kesembuhan.
“Bentuk dukungan tidak hanya emosional, tetapi juga edukasi dan pencegahan. Masyarakat perlu semakin aware untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap tahun, dengan mendeteksi dini itu sangat penting, karena jika diketahui sejak awal, pengobatannya akan jauh lebih mudah,”ujarnya.
Windy kembali mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan juga tengah menyiapkan bantuan alat deteksi dini untuk berbagai jenis kanker.
“Ada alat deteksi dini yang sedang dipesan dan akan diberikan bantuan oleh Kementerian Kesehatan. Hal Ini menjadi harapan besar, agar masyarakat semakin mudah melakukan pemeriksaan sejak dini,” ungkapnya lagi.
Melalui kegiatan tersebut, Windy berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap para pejuang kanker serta memahami pentingnya pencegahan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Kegiatan hari ini bukan hanya untuk menghibur dan menguatkan para pejuang kanker dan keluarganya, tetapi juga untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa pencegahan dan deteksi dini adalah kunci. Dengan begitu, kualitas hidup pasien bisa jauh lebih baik,” tutupnya.
Penulis: Fadhil/r
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






