Dishub Kalbar Pastikan Kesiapan Posko Nataru di Bandara dan Pelabuhan
Kubu Raya (Suara Kalbar) – Kepala Dinas Perhubungann Provinsi Kalimantan Barat, Hermanus, memastikan kesiapan Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna mendukung kelancaran arus transportasi darat, laut, dan udara menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Hal tersebut disampaikan Hermanus saat melakukan pemantauan langsung di Posko Nataru Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, pada Kamis (18/12/2025) pagi.
“Hari ini bisa dilihat kami hadir di Posko Nataru Bandara Supadio. Ini menjadi bukti bahwa jajaran Dinas Perhubungan bersama seluruh staff bandara ingin mendukung kelancaran lalu lintas angkutan barang dan penumpang,” ujar Hermanus.
Selain Bandara Supadio, Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar juga melakukan peninjauan kesiapan angkutan laut melalui Posko Terpadu di Pelabuhan Dwikora. Kehadiran tersebut merupakan bagian dari koordinasi lintas sektor dalam memastikan pelayanan transportasi berjalan optimal.
“Ini yang kedua kami hadir di Posko Terpadu, baik di bandara maupun di Pelabuhan. Artinya, kami ingin mengetahui sejauh mana kesiapan situasi dan kebutuhan pelayanan penumpang,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, Hermanus menyampaikan bahwa pelayanan penerbangan secara umum berjalan dengan baik. Namun, masih terdapat kendala berupa keterlambatan sejumlah penerbangan.
“Meman gada beberapa maskapai yang mengalami delay cukup lama, kadang satu sampai dua jam. Tapi secara umum penumpang tetap bisa dilayani,” ungkapnya.
Terkait tarif tiket pesawat, Hermanus menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memberikan himbauan kepada seluruh maskapai agar menurunkan harga tiket menjelang Natal dan Tahun Baru, sesuai arahan Presiden RI dan Gubernur Kalimantan Barat.
“Bapak Gubernur sudah menyurati seluruh maskapai agar dalam atau menjelang Natal dan Tahun Baru ini, tarif tiket penerbangan dapat diturunkan dari tarif sebelumnya,” katanya.
Dalam pelaksanaan Posko Nataru, Dishub Provinsi Kalbar tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menugaskan personel untuk mendukung operasional posko terpadu di berbagai titik, termasuk di Bandara Supadio dan Pelabuhan Dwikora.
Di Tingkat provinsi, terdapat tiga titik utama Posko Terpadu yang menjadi prioritas, sementara di tingkat kabupaten dan kota, Dinas Perhubungan setempat juga dipastikan akan membentuk posko serupa.
“Seluruh instansi terkait hadir di Posko Terpadu ini, mulai dari Dishub, Kepolisian, petugas bandara, BMKG, dan instansi lainnya. Kita ingin terus menciptakan sinergitas dan kolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Masyarakat,” tegas Hermanus.
Mengenai layanan tambahan seperti pelayanan Kesehatan, Hermanus menyebutkan bahwa fasilitas medis di posko diharapkan disediakan oleh Dinas Kesehatan.
“Seharusnya ada, terutama dari Dinas Kesehatan yang nanti menugaskan personelnya untuk memberikan layanan Kesehatan kepada Masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, terutama dari Dinas Kesehatan yang nanti menugaskan personelnya untuk memberikan layanan Kesehatan kepada Masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu terkait data perkiraan jumlah penumpang atau pemudik selama periode Nataru, Hermanus mengaku pihaknya masih dalam tahap pengumpulan dan inventarisasi data dari seluruh posko terpadu.
“Saat ini data masih kami himpun dan input. Nanti setelah lengkap, akan kami sampaikan secara resmi,” pungkasnya.
Penulis: Ain Rahmi






