Daun Bawang Bukan Sekadar Taburan, Ini Manfaat Kesehatannya
Suara Kalbar – Sering kali kita melihat irisan daun bawang disisihkan di pinggir mangkuk soto atau bubur ayam. Padahal, tanaman yang termasuk dalam famili Allium ini bukan sekadar penghias atau penambah aroma masakan.
Dengan karakteristik ujung berongga berwarna hijau dan bagian kepala putih yang memiliki rasa pedas khas, daun bawang menyimpan potensi besar bagi kesehatan. Mulai dari menambah asupan serat, meningkatkan kekebalan tubuh, hingga mendukung pencegahan kanker.
Meskipun biasanya dikonsumsi dalam jumlah kecil sebagai taburan, mengonsumsi rutin sekitar 10 gram per hari ternyata dapat memberikan dampak kesehatan yang signifikan.
Dikutip dari WebMD, berikut adalah deretan manfaat kesehatan dan efek samping daun bawang yang perlu Anda ketahui.
1. Sumber Serat dan Penurun Kolesterol
Jangan remehkan kandungan seratnya. Satu cangkir daun bawang cincang mampu memenuhi sekitar 10% dari kebutuhan serat harian tubuh. Asupan serat yang cukup membantu menciptakan rasa kenyang lebih lama, menjaga kadar kolesterol tetap rendah, serta mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung.
2. Senyawa Aktif Pencegah Kanker
Daun bawang, seperti halnya bawang putih, mengandung senyawa allicin. Senyawa inilah yang memberikan aroma dan rasa khas pada bawang. Secara medis, allicin dipercaya dapat mencegah sel tubuh bermutasi menjadi kanker atau memperlambat penyebaran tumor, terutama risiko kanker lambung.
3. Agen Antiinfeksi Alami
Ekstrak dari keluarga bawang-bawangan (Allium) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membunuh bakteri, jamur, dan virus. Beberapa penelitian menunjukkan kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Salmonella atau E. coli.
4. Kaya Antioksidan Pelindung Sel
Sayuran ini sarat dengan fitonutrien, termasuk antioksidan jenis flavonoid dan polifenol. Zat ini bekerja efektif menangkal radikal bebas yang menjadi biang kerok kerusakan sel, penuaan dini, kanker, hingga penyakit jantung.
5. Booster Sistem Imun
Kombinasi vitamin C dan quercetin, senyawa tumbuhan dengan sifat antioksidan kuat dalam daun bawang sangat baik untuk memperkuat benteng pertahanan tubuh. Ini membantu Anda tidak mudah jatuh sakit, terutama di musim pancaroba.
Waspada Efek Samping
Meski menyehatkan, daun bawang tidak disarankan dikonsumsi sembarangan oleh semua orang. Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai:
Interaksi Obat Pengencer Darah: Daun bawang kaya akan vitamin K yang berperan dalam pembekuan darah. Bagi pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah (blood thinner) seperti warfarin untuk mencegah stroke atau serangan jantung, konsumsi vitamin K berlebih dapat mengganggu kinerja obat. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Alergi dan Histamin: Saat tubuh memetabolisme bawang, zat kimia histamin dapat dilepaskan. Pada orang yang sensitif, hal ini bisa memicu reaksi alergi seperti ruam merah, gatal di mulut, bengkak di wajah, hingga sakit perut dan muntah. Dalam kasus parah, bisa terjadi anafilaksis yang mengancam nyawa.
Intoleransi: Berbeda dengan alergi, intoleransi lebih ringan namun tetap mengganggu. Gejala yang umum terjadi adalah perut kembung atau rasa tidak nyaman setelah mengonsumsi daun bawang dalam jumlah banyak.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






