SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kayong Utara Dari Desa Pelapis, Investasi Pendidikan Menumbuhkan Harapan Baru Kayong Utara

Dari Desa Pelapis, Investasi Pendidikan Menumbuhkan Harapan Baru Kayong Utara

Mahasiswa Biologi, Universitas OSO asal Pelapis, Claudia.

Kayong Utara (Suara Kalbar) – Di tengah keterbatasan akses dan kondisi ekonomi yang menantang, Desa Pelapis di Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, menyimpan potensi besar melalui generasi mudanya. Sebagai desa pesisir, sebagian besar masyarakat Pelapis menggantungkan hidup pada sektor perikanan dengan pendapatan yang tidak selalu stabil. Akses pendidikan formal pun masih terbatas hingga jenjang SMP, sehingga melanjutkan pendidikan tinggi kerap dipandang sebagai pilihan yang sulit dijangkau.

Realitas tersebut tercermin dalam data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kayong Utara. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kayong Utara masih berada di peringkat terakhir di Kalimantan Barat. Meski demikian, tren IPM menunjukkan perbaikan. Pada 2025, IPM Kayong Utara meningkat menjadi 67,60 dari 67,05 pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi indikator bahwa investasi pada sumber daya manusia mulai menunjukkan dampak, khususnya melalui sektor pendidikan.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah anak muda Pelapis memilih untuk melangkah lebih jauh. Claudia, Tira, Florencia, dan Gilang merupakan bagian dari generasi yang melihat pendidikan sebagai peluang untuk mengubah masa depan. Keputusan melanjutkan kuliah bukanlah proses yang mudah. Keterbatasan informasi dan akses membuat pencarian beasiswa penuh tantangan, bahkan diwarnai kegagalan sebelum akhirnya menemukan kesempatan.

Dukungan beasiswa dari pemerintah daerah dan sektor swasta melalui PT DIB menjadi momentum penting dalam perjalanan mereka. Bantuan ini membantu menutup biaya pendidikan, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup sehari-hari. Dampaknya terasa tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi keluarga, yang kini dapat bekerja dengan lebih tenang tanpa dibayangi beban biaya kuliah.

Seiring menjalani perkuliahan, arah masa depan para penerima beasiswa pun semakin terdefinisi. Ada yang bercita-cita berkontribusi di bidang riset kelautan, berkarier di instansi pemerintah atau perusahaan berskala global, melanjutkan studi ke luar negeri, hingga meniti profesi di bidang teknik. Ragam mimpi tersebut berangkat dari satu tujuan yang sama yakni memperbaiki kualitas hidup keluarga dan memberi kontribusi nyata bagi daerah asal.

Mahasiswa asal Desa Pelapis bersama Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari dan manajemen PT DIB pada acara penyerahan beasiswa di Pontianak, September lalu.

Seiring perjalanan perkuliahan, mimpi dan tujuan hidup para penerima beasiswa pun semakin terarah. Bagi Claudia, ketertarikannya pada biologi tumbuh seiring pemahamannya terhadap potensi dan tantangan wilayah pesisir. Ia bercita-cita menjadi peneliti laut dan ingin berkontribusi dalam upaya penyediaan air berkualitas bagi warga Desa Pelapis. “Setelah lama kuliah, pengen jadi peneliti laut di Desa Pelapis karena pengen orang-orang yang tinggal di sana lebih sejahtera,” kata Claudia.

Tira, mahasiswa Akuntansi, Universitas Tanjungpura asal Desa Pelapis.

Tidak hanya Claudia, Tira pun ingin memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan daerah asalnya. Ia menargetkan berkarir di instansi pemerintah, khususnya di bidang bea cukai, atau di perusahaan multinasional agar memiliki stabilitas karier. Hal tersebut dimulai dari tekadnya untuk menjadi sarjana pertama di keluarganya. “Pengen jadi sarjana yang pertama di keluarga,” ucap Tira.

Florencia, mahasiswa Manajemen Internasional, Universitas Tanjungpura, Florencia.

Mahasiswa Manajemen Internasional, Universitas Tanjungpura, Florencia memandang pendidikan sebagai jendela untuk melihat dunia yang lebih luas. Ia bercita-cita melanjutkan studi S2 dan membawa keluarganya merasakan pengalaman jalan-jalan ke luar negeri. “Setelah lulus pengen S2 keluar negeri untuk dapat exposure dan pandangan yang lebih luas. Pokoknya gimanapun caranya harus bisa keluar negeri,” ujarnya. Di masa depan, Florencia juga ingin membangun usaha sendiri sebagai bentuk kemandirian dan peningkatan taraf hidup bagi keluarganya.

Gilang, mahasiswa Teknik Mesin, Politeknik Negeri Pontianak asal Desa Pelapis.

Sejalan dengan yang lainnya, kuliah membuka peluang yang lebih besar bagi Gilang. Selama kuliah, mahasiswa Teknik Mesin, Politeknik Negeri Pontianak ini semakin menunjukkan ketertarikannya pada dunia teknik sehingga ia bercita-cita menjadi seorang engineer. Di balik target profesional tersebut, Gilang menyimpan tujuan yang sederhana namun bermakna yakni membahagiakan orang tua dan suatu hari dapat memberangkatkan mereka menunaikan ibadah haji. “Cita-cita dari kecil pengen jadi engineer, pengen sukses biar bisa banggain orang tua dan bawa orang tua naik haji,” tuturnya.

Meski memiliki mimpi yang berbeda, keempatnya dipersatukan oleh motivasi yang sama, yaitu membanggakan orang tua, membuka peluang kehidupan yang lebih baik, serta membawa perubahan positif bagi Kayong Utara, khususnya Desa Pelapis.

Program beasiswa dari PT DIB ini merupakan upaya untuk mendukung komitmen pemerintah daerah dalam memajukan dunia pendidikan, termasuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Barat, terutama di Kayong Utara. Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dan membuka semakin banyak kesempatan bagi putra-putri Desa Pelapis untuk berkembang, membawa perubahan dan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. (*)

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan