Dari Dapur UMKM, Pempek Beku Kian Diminati Warga Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar) –Kado tak selalu identik dengan barang. Di Pontianak, olahan pempek kini mulai dilirik sebagai alternatif hadiah kuliner yang praktis, tahan simpan, dan mudah disajikan untuk berbagai momen.
Salah satu pelaku UMKM pempek di Pontianak, Yuni, mengatakan tren konsumen belakangan mengarah pada produk makanan beku atau frozen food. Menurut dia, jenis makanan ini dinilai lebih praktis karena dapat disiapkan lebih awal dan diolah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.
“Yang dipesan orang biasanya makanan-makanan frozen. Jadi bisa disiapkan lebih awal, nanti tinggal digoreng kalau ada tamu atau keperluan lain,” ujarnya Minggu (28/12/2025) pagi.
Yuni menjelaskan, produk pempek beku juga dinilai lebih aman untuk pengiriman, terutama untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh. Produk frozen tersebut mampu bertahan selama perjalanan sehingga tetap layak konsumsi saat diterima pelanggan.
“Karena bentuknya beku, jadi lebih aman untuk perjalanan. Pengiriman terjauh kemarin sampai ke Sintang,” katanya.
Untuk menu, pempek campur menjadi yang paling banyak dipesan. Dalam satu kemasan, pempek campur berisi beberapa jenis pempek, seperti pempek lenjer mini, pempek kulit, pempek adaan, serta pempek kapal selam ukuran mini.
“Dalam satu packing isinya macam-macam. Ada empat jenis, termasuk kapal selam mini,” jelasnya.
Sementara itu, pempek kapal selam ukuran besar tidak dijual terpisah. Namun, varian mini justru menjadi salah satu menu andalan karena dinilai lebih praktis untuk disajikan.
Dari sisi harga, Yuni menyebut produk pempek dijual dengan kisaran Rp125.000 hingga Rp300.000 per paket, tergantung jenis dan isi. Selain pempek, ia juga menyediakan menu lain berupa paket ayam goreng lengkap dengan sambal dan perlengkapannya dalam kemasan siap goreng.
“Yang harga sekitar Rp300 ribuan itu biasanya sudah termasuk paket ayam goreng,” ujarnya.
Menurut Yuni, dalam beberapa waktu terakhir terdapat peningkatan penjualan. Ia mencatat adanya kenaikan pesanan dalam sekitar 10 hari terakhir, terutama menjelang akhir tahun.
“Alhamdulillah ada peningkatan. Dalam 10 hari terakhir memang terlihat naik, terutama pesanan yang diambil tanggal 24 dan 25,” katanya.
Soal pemesanan, Yuni menyebut produknya tersedia setiap hari selama stok masih mencukupi. Konsumen masih bisa melakukan pemesanan selama tidak mepet dengan jam produksi.
Ke depan, Yuni berharap usahanya semakin dikenal masyarakat luas, khususnya di Pontianak dan Kalimantan Barat. Ia juga membuka pesanan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari ulang tahun, buah tangan saat berkunjung ke kerabat, hingga momen hari besar seperti Lebaran dan Imlek.
“Selain pempek harian, kami juga ada produk khusus untuk ulang tahun atau sekadar buah tangan. Ada juga yang pesan untuk menjenguk orang sakit,” pungkasnya.
Penulis: Ain Rahmi






