SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle 9 Benda yang Tak Boleh Masuk Oven: Hindari Risiko Meleleh hingga Kebakaran

9 Benda yang Tak Boleh Masuk Oven: Hindari Risiko Meleleh hingga Kebakaran

Ilustrasi oven. (Freepik/Istimewa)

Suara Kalbar – Oven merupakan peralatan dapur yang sangat membantu untuk memanggang, menghangatkan, hingga memasak berbagai jenis hidangan.

Meski terlihat sederhana, penggunaan oven sebenarnya membutuhkan perhatian khusus. Tidak semua wadah, bahan, atau benda yang tampak aman boleh dimasukkan ke dalam oven.

Kesalahan kecil dapat memicu kerusakan oven, kontaminasi makanan, bahkan risiko kebakaran. Banyak orang tanpa sadar memasukkan plastik, kardus, atau barang tertentu ke dalam oven karena menganggapnya tahan panas.

Padahal setiap material memiliki batas suhu yang berbeda. Memahami daftar barang terlarang masuk oven akan membantu menjaga keamanan dapur sekaligus memperpanjang umur peralatan Anda.

Berikut ini daftar lengkap barang yang sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam oven.

Daftar Barang Terlarang Masuk Oven

1. Plastik dan peralatan berbahan plastik

Plastik termasuk benda yang paling sering salah digunakan dalam oven. Wadah take-away, spatula plastik, hingga mangkuk tertentu tetap tidak dirancang menahan suhu tinggi.

Saat dipanaskan, plastik dapat meleleh, menempel pada permukaan oven, mengeluarkan asap beracun, dan mencemari makanan. Perlu diingat, label microwave-safe tidak membuat plastik otomatis aman untuk oven karena oven memiliki suhu yang jauh lebih tinggi.

2. Styrofoam dan wadah take out

Banyak makanan cepat saji dikemas dalam styrofoam atau foam. Bahan ini sangat mudah meleleh dan melepaskan zat kimia berbahaya saat terkena panas.

Selain merusak makanan, styrofoam juga dapat memicu percikan api. Jika ingin memanaskan makanan dari restoran, pindahkan terlebih dahulu ke wadah kaca atau logam yang aman untuk oven.

3. Kertas, kardus, dan peralatan serupa

Piring kertas, tisu dapur, kotak piza, atau wadah karton lainnya sangat rentan terbakar di dalam oven. Suhu tinggi dapat mengubah kertas menjadi bara, memicu asap, bahkan api.

Pengecualian hanya berlaku untuk parchment paper atau kertas roti yang memiliki label oven-safe.

4. Kaca yang tidak tahan panas

Tidak semua kaca dirancang untuk oven. Kaca biasa mudah pecah akibat perubahan suhu drastis (thermal shock). Jika pecah di dalam oven, serpihan kaca dapat menyebar dan membahayakan pengguna.

Gunakan hanya kaca berlabel oven-safe, seperti borosilikat atau kaca tempered.

5. Wadah atau peralatan yang mengandung baterai

Beberapa termometer digital atau perangkat dapur lain menggunakan baterai. Barang seperti ini tidak boleh dimasukkan ke oven. Baterai dapat memanas berlebih, meledak, dan menyebabkan kerusakan serius atau kebakaran.

Untuk mengukur suhu di dalam oven, gunakan termometer khusus oven tanpa baterai.

6. Barang dan peralatan berbahan kayu

Sendok kayu, talenan, atau alat makan kayu tidak dibuat untuk suhu ekstrem. Kayu dapat mengering, retak, terbakar, atau menyerap bau asap. Serat kayu yang rusak juga berpotensi meninggalkan serpihan pada makanan.

7. Kain, spons, atau oven mitt basah

Beberapa orang mencoba mengeringkan kain atau lap basah di dalam oven, padahal ini sangat berbahaya. Kain berbahan katun mudah terbakar, sementara spons dapat meleleh atau menyala.

Sarung tangan oven basah juga tidak boleh dimasukkan karena uap yang muncul dapat memicu panas ekstrem.

8. Aluminium foil yang menutupi seluruh rak

Aluminium foil sebenarnya aman jika digunakan dengan benar. Namun banyak orang menutup seluruh rak oven dengan foil sehingga menghambat sirkulasi panas.

Cara ini dapat merusak komponen oven, memicu panas tidak merata, dan menyebabkan percikan listrik pada model tertentu. Gunakan aluminium foil hanya sebagai alas, bukan penutup rak penuh.

9. Makanan langsung di atas rak tanpa loyang

Menempatkan makanan langsung di rak memang terlihat praktis, tetapi dapat menyebabkan lelehan minyak, keju, atau saus menetes ke dasar oven.

Tumpahan yang mengering bisa terbakar, menghasilkan asap, dan meninggalkan bau gosong yang sulit hilang. Gunakan loyang atau wadah oven-safe sebagai alas untuk mencegah masalah ini.

Risiko Mengabaikan Daftar Barang Terlarang Masuk Oven

Menggunakan oven secara sembarangan dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kebakaran dapur, ledakan akibat bahan tidak tahan panas, kerusakan komponen oven, kontaminasi makanan oleh zat berbahaya, serta biaya perbaikan yang tinggi. Memahami risiko ini akan membantu meningkatkan keamanan saat menggunakan oven sehari-hari.

Tip Aman dalam Menggunakan Oven

Agar penggunaan oven tetap aman dan optimal, ikuti panduan berikut ini:

  • Gunakan hanya wadah dan bahan bertanda oven-safe.
  • Jangan memasukkan barang sembarangan ke dalam oven.
  • Gunakan parchment paper khusus untuk suhu tinggi.
  • Bersihkan oven secara rutin dari tumpahan makanan.
  • Baca petunjuk penggunaan oven sebelum mencoba peralatan baru.

Dengan mengikuti aturan ini, Anda dapat menggunakan oven dengan lebih aman, nyaman, dan efisien setiap hari.

Mengetahui barang apa saja yang tidak boleh dimasukkan ke dalam oven sangat penting untuk mencegah kerusakan peralatan dan menjaga keselamatan di rumah. Dengan memahami risikonya, kamu bisa lebih bijak saat menggunakannya.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan