SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Presiden Xiaomi Uji Coba SU7 Ultra di Jerman, Melaju hingga 260 Km per Jam

Presiden Xiaomi Uji Coba SU7 Ultra di Jerman, Melaju hingga 260 Km per Jam

Xiaomi SU7 Ultra. (Xiaomi)

Jakarta (Suara Kalbar)- Presiden Xiaomi Lu Weibing mengaku telah menguji secara langsung mobil listrik SU7 Ultra di Jerman. Dalam unggahan di akun Weibo miliknya, Lu menyebut uji coba ini sebagai bagian dari persiapan Xiaomi memasuki pasar kendaraan listrik (EV) Eropa pada 2027.

Mengutip Carnewschina, Sabtu (8/11/2025), Lu menjajal performa SU7 Ultra selama dua hari perjalanan sejauh sekitar 800 kilometer, melintasi rute Berlin-Hamburg-Frankfurt.

Ia juga menilai infrastruktur pengisian daya publik Jerman berkembang dengan baik, sekaligus menarik perhatian warga setempat yang mengenali model mobil tersebut.

“Ini pertama kalinya saya mengemudi di jalan tol Jerman. Beberapa ruasnya tanpa batas kecepatan, dan SU7 Ultra mampu mencapai 260 km per jam dengan stabil,” tulis Lu.

Xiaomi SU7 Ultra sebelumnya telah menjalani uji jalan di Munich dan Nürburgring, ditenagai baterai CATL Qilin II 93,7 kWh dengan sistem tegangan 897 volt dan jarak tempuh hingga 630 km (standar CLTC). Mobil ini dapat berakselerasi 0-100 km per jam dalam 1,98 detik dan memiliki kecepatan puncak 350 km per jam.

Pada Agustus 2025, Lu menyebut lini otomotif Xiaomi sedang menunjukkan kinerja positif. Divisi mobil perusahaan menargetkan profitabilitas pada paruh kedua 2026 setelah mengumpulkan investasi lebih dari 30 miliar yuan (Rp 70 triliun) dan memangkas kerugian operasional kuartalan menjadi 300 juta yuan (Rp 703 miliar).

Langkah uji jalan di Jerman ini sekaligus mempertegas komitmen Xiaomi memperluas jangkauan global setelah meraih persetujuan regulasi penuh untuk penggunaan publik di Eropa pada pertengahan 2025.

Lu menjelaskan, unit SU7 Ultra yang diuji telah terdaftar resmi di Munich dengan plat nomor M SU7088E dengan huruf M merujuk pada Munich dan Mi mewakili Xiaomi.

Xiaomi berencana masuk pasar otomotif Eropa pada 2027 setelah menuntaskan fase validasi teknis dan mencapai titik balik keuangan pada akhir 2026.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan