SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Kemkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Pemimpin Cerdas di Era AI dan Tsunami Informasi

Kemkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Pemimpin Cerdas di Era AI dan Tsunami Informasi

Direktur Informasi Publik, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Nursodik Gunarjo saat diwawancarai di Padang, Selasa (30/9/2025). (Antara/Fandi Yogari)

Jakarta (Suara Kalbar)- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta generasi muda menjadi pemimpin yang cerdas dalam menggunakan teknologi maupun kecerdasan buatan (AI).

“Di sinilah inovasi dan kreativitas bertemu dengan tanggung jawab publik,” kata Direktur Informasi Publik Kemkomdigi Nursodik Gunarjo dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Ketika membuka kegiatan CommuniAction dengan tema “Aksi Nyata, Komunikasi Terencana” pada Kamis (27/11) di Batam, Kepulauan Riau, Nursodik menjelaskan masa depan komunikasi publik Indonesia berada di tangan para kreator muda yang mampu menjaga ruang digital tetap sehat.

Kegiatan CommuniAction yang digelar Kemkomdigi berfungsi sebagai wadah untuk memperkuat kemampuan tersebut dan menjadikan kreativitas sebagai kekuatan nasional.

Menurutnya, CommuniAction bukan hanya acara tahunan, melainkan gerakan nasional yang menyatukan pemerintah, komunitas, akademisi, media, dan generasi muda.

“Ini kontribusi kita menuju Indonesia Emas 2045, sebuah Indonesia yang maju secara ekonomi sekaligus dewasa dalam berkomunikasi,” ujar Nursodik.

Nursodik menambahkan saat ini era di mana tsunami informasi terjadi dengan banyaknya kabar yang beredar melalui pesan singkat, namun mampu membuat gaduh masyarakat seperti silih berganti. Banyak warga panik, sebagian ketakutan, bahkan berpotensi terjadi kesalahpahaman antartetangga dan saudara.

”Padahal setelah ditelusuri, ternyata kabar itu tidak pernah terjadi. Hanya salah baca, salah tangkap, dan salah sebarkan,” ucap Nursodik.

Oleh karena itu, CommuniAction 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan pemerintah, komunitas, media, dan perguruan tinggi.

Diharapkan forum ini menjadi gerakan bersama membangun tata kelola komunikasi publik yang lebih responsif, terpercaya, dan berorientasi aksi konkret.

Menjadi langkah nyata menuju ekosistem ruang digital Indonesia yang sehat, produktif, serta bertanggung jawab, sekaligus memperkuat literasi publik dalam menghadapi derasnya arus informasi

Tenaga Ahli Dirjen KPM Kemkomdigi, Latief Siregar, yang menjadi salah satu narasumber utama menyatakan di era kecepatan scroll digital, reputasi publik dapat runtuh hanya dalam hitungan detik.

Satu kesalahan berbicara atau kekeliruan menyampaikan informasi, ketika dipotong dan disebarkan tanpa konteks, mampu menciptakan badai persepsi yang sulit terkendali dan berujung pada kerugian besar.

”Bagaimana kesalahan komunikasi dapat mengakibatkan runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat dalam waktu 48 jam, hanya karena pernyataan direksi mengenai kesulitan likuiditas disebarkan secara tidak utuh oleh salah satu pemodal,” kata Latief.

Menurut Latief Siregar, masyarakat kini hidup di tengah tsunami informasi, di mana video 8 detik dianggap lebih meyakinkan dibanding penjelasan resmi sepanjang delapan lembar.

“Kecepatan memutuskan jauh mengalahkan kecepatan memahami. Di ruang serba cepat, fakta sering kalah oleh persepsi. Karena itu literasi digital bagi seluruh kalangan sangat penting,” ucap jurnalis senior tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Batam dalam sambutan pembuka, menegaskan pentingnya komunikasi publik sebagai instrumen strategis pembangunan daerah dan nasional.

“Di era percepatan transformasi digital, komunikasi bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi penentu arah kebijakan. Salah komunikasi dapat berujung pada salah persepsi dan salah keputusan. Karena itu, komunikasi terencana harus menjadi kultur kerja bersama,” ujarnya.

CommuniAction merupakan platform sinergi, kolaborasi, dan aksi nyata yang menyatukan tiga kekuatan utama komunikasi publik di Ditjen KPM, yaitu Media Monitoring FoMo, Pemberdayaan Komunitas melalui IGID Menyapa, dan Penguatan Konten Kreatif melalui SOHIB Berkelas.

Kegiatan itu menghadirkan tokoh dan praktisi komunikasi strategis, yaitu Latief Siregar (Tenaga Ahli Ditjen Komunikasi Publik dan Media), Dody Rochady (CEO Brightminds Communication), Singgih Aji Abiyuga (Head Production Indonesia.go.id) dan Rulli Nasrullah (akademisi dan praktisi media digital).

Keempatnya membahas manajemen isu, riset perilaku publik, serta tantangan narasi di ruang digital yang tidak lagi mengenal batas waktu.

Sumber: ANTARA

Komentar
Bagikan:

Iklan