Delapan Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Membuat Rumah Bau
Suara Kalbar – Penyebab rumah bau dapat muncul meskipun rumah terlihat bersih dan rutin dibereskan. Banyak pemilik rumah bingung mengapa aroma tak sedap tetap muncul, padahal tidak ada kotoran besar yang tampak.
Faktanya, penyebab aroma tidak sedap biasanya berasal dari kebiasaan kecil sehari-hari yang sering luput dari perhatian.
Bau juga bisa muncul akibat kelembapan, sisa makanan, atau jamur yang berkembang di bagian rumah yang jarang dijangkau.
Untuk menjaga rumah tetap wangi dan nyaman, kamu perlu mengenali kebiasaan kecil yang menjadi sumber utama munculnya aroma apek.
Berikut ini kebiasaan penyebab rumah bau yang sebaiknya dihindari, yang dikutip dari laman Southern Living, Jumat (28/11/2025).
Deretan Penyebab Rumah Bau Tak Sedap
1. Membiarkan pakaian basah di mesin cuci
Salah satu penyebab rumah berbau apek adalah membiarkan pakaian basah terlalu lama di dalam mesin cuci. Setelah siklus pencucian selesai, kelembapan yang tersisa di dalam drum menciptakan lingkungan ideal bagi jamur dan lumut.
Pertumbuhan jamur ini tidak hanya membuat pakaian berbau apek, tetapi juga menyebarkan bau ke ruangan sekitar, terutama jika mesin cuci berada di area tertutup.
Untuk mengatasinya, segera pindahkan pakaian ke pengering atau jemuran begitu proses pencucian selesai. Setelah selesai digunakan, biarkan pintu mesin cuci tetap terbuka selama beberapa jam agar bagian dalamnya kering.
2. Jarang membersihkan sampah organik yang menempel
Tempat sampah dapur sering kali menjadi sumber bau tak sedap karena sisa makanan cair atau minyak yang menempel di dinding tong.
Meskipun kantong sampah sudah dibuang, cairan yang meresap ke bagian dasar tong dapat membusuk dan menimbulkan bau menyengat.
Cuci tong sampah secara rutin menggunakan air panas, sabun, dan desinfektan. Untuk mencegah bau kembali muncul, taburkan sedikit soda kue di dasar tong sebelum memasang kantong sampah baru.
3. Mengabaikan sisa makanan di wastafel dan saluran pembuangan
Saluran pembuangan wastafel adalah salah satu area yang paling sering menghasilkan bau tak sedap. Sisa makanan, minyak, dan lemak yang masuk ke saluran dapat menumpuk dan membusuk, lalu mengeluarkan gas berbau yang kembali naik melalui lubang wastafel.
Untuk menjaga wastafel tetap wangi, tuangkan air panas atau cuka panas secara berkala, campurkan soda kue dan cuka untuk mengurai kotoran, serta gunakan saringan agar sisa makanan tidak masuk ke pipa.
4. Tidak mengganti atau membersihkan filter udara dan AC
Filter yang kotor dapat menyebarkan debu, jamur, dan bakteri ke seluruh ruangan setiap kali AC dinyalakan. Selain menurunkan kualitas udara, filter yang lembap juga dapat menjadi penyebab rumah bau apek.
Bersihkan atau ganti filter AC, dehumidifier, atau air purifier setiap satu hingga tiga bulan, tergantung intensitas penggunaan. Kebiasaan sederhana ini sangat efektif menjaga udara rumah tetap bersih dan segar.
5. Membiarkan piring kotor menumpuk
Menumpuk piring kotor terlalu lama, terutama di dapur yang hangat, mempercepat pembusukan sisa makanan. Bau yang muncul dari piring kotor dapat menyebar ke seluruh ruangan dan terasa semakin kuat jika dibiarkan berjam-jam.
Biasakan mencuci piring segera setelah makan. Jika menggunakan dishwasher, masukkan piring kotor ke dalamnya agar bau tidak menyebar ke udara.
6. Mengabaikan kebersihan kulkas dan makanan kedaluwarsa
Kulkas yang tampak bersih dari luar belum tentu bebas bau. Sering kali, makanan kedaluwarsa, sayuran busuk, atau tumpahan saus menjadi sumber bau tak sedap yang tersembunyi.
Aroma dalam kulkas juga bisa keluar saat pintu dibuka, membuat seluruh dapur terpengaruh. Periksa isi kulkas secara rutin, buang makanan lama, dan bersihkan rak dengan campuran air hangat dan baking soda untuk menghilangkan bau.
7. Karpet atau sofa lembap yang jarang dijemur
Perabot berbahan kain, seperti sofa, karpet, atau kasur dapat menyerap bau dari udara, terutama jika dalam kondisi lembap. Kelembapan memicu pertumbuhan bakteri dan jamur kecil yang menghasilkan aroma apek.
Jemur karpet atau sofa portable secara berkala, atau gunakan vacuum cleaner dengan fitur penghilang debu dan bakteri untuk menjaga kebersihannya.
8. Sirkulasi udara yang buruk di dalam rumah
Rumah dengan ventilasi buruk cenderung memerangkap bau dari dapur, kamar mandi, dan perabot. Udara yang tidak bergerak juga membuat kelembapan meningkat sehingga aroma apek lebih mudah muncul.
Buka jendela setiap pagi, gunakan exhaust fan, atau tambahkan tanaman penyaring udara untuk membantu memperbaiki sirkulasi.
Menjaga rumah tetap wangi tidak hanya soal pembersihan besar setiap minggu, tetapi juga dipengaruhi kebiasaan harian yang sering dilakukan tanpa sadar.
Dengan menghindari kebiasaan, seperti meninggalkan pakaian basah di mesin cuci, menumpuk piring kotor, jarang membersihkan tong sampah, hingga memperhatikan filter AC dan sirkulasi udara, kualitas lingkungan rumah dapat meningkat drastis.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






