SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kubu Raya BPBD Kubu Raya Petakan Jalan Dua Desa di Batu Ampar Rusak Akibat Abrasi

BPBD Kubu Raya Petakan Jalan Dua Desa di Batu Ampar Rusak Akibat Abrasi

Dampak abrasi yang melanda dua desa di kecamatan Batu Ampar.[HO-Istimewa]

Kubu Raya (Suara Kalbar) Usai melakukan monitoring di Kecamatan Batu Ampar terkait kerusakan akses jalan yang disebabkan oleh abrasi BPBD Kubu Raya melakukan laporan cepat yang disampaikan ke tingkat provinsi, menyebutkan bahwa kerusakan infrastruktur akibat rob dan abrasi di Kecamatan Batu Ampar kini mencapai puluhan titik.

Kepala BPBD Kubu Raya Hery Purwoko mengatakan total panjang jalan terdampak lebih dari 3 kilometer. Beberapa jembatan kayu tradisional juga tidak lagi dapat difungsikan, pihaknya berharap BNPB dapat memberikan dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi pada tahun anggaran 2026.
“Kebutuhan mendesak bukan hanya perbaikan fisik, tetapi juga penguatan tanggul, drainase pesisir, dan peninggian jalan strategis untuk mencegah kerusakan berulang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kubu Raya.

Hery menuturkan data cepat yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, abrasi dan rob di wilayah pesisir Batu Ampar berdampak langsung terhadap 4 desa, dengan total panjang jalan rusak sekitar 20 kilometer dan 1 jembatan penghubung dalam kondisi rusak berat hingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Kerusakan tersebut tersebar di Desa Medan Mas – 5 km jalan tergerus abrasi dan rob, Desa Nipah Panjang – 15 km jalan dan 2 jembatan rusak berat.estimasi kerugian infrastruktur yang dihitung berdasarkan harga satuan pembangunan jalan dan jembatan kayu setempat mencapai Rp 52,5 miliar, “ tutur Hery

Hery menjelaskan secara geologis, wilayah pesisir barat Kubu Raya didominasi tanah gambut dan lapisan aluvial lembek, sehingga sangat rentan terhadap erosi dan abrasi jika tidak dilindungi oleh vegetasi alami seperti mangrove. Namun dalam dua dekade terakhir, pembukaan lahan untuk tambak dan kebun kelapa sawit di sepanjang tepian sungai dan kanal mempercepat hilangnya sabuk hijau penahan ombak.

“Ditambah lagi, anomali cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi pasang purnama dan curah hujan tinggi secara bersamaan. Akibatnya, air laut tidak hanya menggenangi jalan tetapi juga mengikis dasar struktur tanah di bawahnya,” jelasnya

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Kubu Raya terkait hal tersebut dan tengah mengajukan bantuan kepada BNPB mengingat kerusakan infrastruktur tersebut rusak dikarenakan banjir rob yang kerap terjadi di Batu Ampar.

Penulis: Septa H

Komentar
Bagikan:

Iklan