Wijaya Kusumawardhana: Transformasi Digital Harus Lindungi Anak dari Hoaks
Jakarta (Suara Kalbar)- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat transformasi digital di bidang konektivitas. Langkah ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan digitalisasi sebagai fondasi pembangunan nasional.
Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kemkomdigi, Wijaya Kusumawardhana, menegaskan bahwa arah transformasi digital nasional mengedepankan tiga prinsip utama: inklusif, pemberdayaan, serta aman dan berdaulat.
“Salah satunya supaya anak-anak sekolah tidak mudah termakan hoaks, tidak mudah memberikan ujaran kebencian, karena ini sifatnya kontraproduktif dan secara adab digital itu juga kurang baik,” ujar Wijaya dilansir dari Beritasatu.com, Rabu (24/9/2025).
Kemenkomdigi telah menyiapkan program unggulan, seperti digital talent scholarship, digital leadership academy, serta literasi digital dari tingkat dasar hingga lanjut. Program tersebut ditopang regulasi mulai dari UU ITE, UU Pelindungan Data Pribadi, aturan keamanan siber, hingga perlindungan anak di ruang digital.
Namun, tantangan terbesar tetap pada kebutuhan investasi besar, keterbatasan infrastruktur, dan kepatuhan regulasi, sehingga pemerintah perlu berkolaborasi dengan dunia usaha, masyarakat, dan komunitas pendidikan.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






