SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif VinFast Tegaskan Keseriusan di Indonesia, Bangun Pabrik EV di Subang

VinFast Tegaskan Keseriusan di Indonesia, Bangun Pabrik EV di Subang

VinFast serius kembangkan EV di Indonesia dengan bangun pabrik di Subang, Jabar. (DOK/DOK)

Suara Kalbar – CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menegaskan ekspansi perusahaan di Tanah Air bukan sekadar uji coba. Dalam waktu singkat, VinFast berkomitmen menjadi pemain utama di pasar kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) Indonesia.

“Kalau bicara kiprah di otomotif Indonesia, khususnya pasar BEV, usia kami baru 13 bulan. Namun, kami berkomitmen serius untuk terus berkembang dan ingin menjadi pemain utama,” ujar pria yang akrab disapa Kerry saat ditemui wartawan di Hanoi, Vietnam, Rabu (24/9/2025).

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat, serta penyediaan ekosistem kendaraan listrik lengkap. Ekosistem ini meliputi line-up produk mulai dari VF 3, VF 34, VF 5, VF 6, hingga VF 7, jaringan pengisian baterai melalui V-Green, dan layanan taksi listrik Green SM yang sudah hadir di Jakarta, Makassar, dan segera Surabaya.

“Kami masih sangat muda, seperti bayi baru belajar jalan. Namun, kami ingin cepat berlari. Karena itu, kami bangun seluruh ekosistem agar konsumen merasa nyaman beralih ke kendaraan listrik,” kata Kerry.

Optimisme VinFast didukung tren penjualan BEV di Indonesia. Data Gaikindo mencatat pangsa pasar mobil listrik sudah menembus 10% pada Agustus 2025, naik signifikan dari 5% tahun lalu dan hanya 1% tiga tahun lalu.

Menurut Kerry, target pemerintah agar 50% produksi mobil nasional berasal dari kendaraan listrik, atau sekitar 600.000 unit per tahun, bukan hal yang mustahil.

“Potensi pasar Indonesia sangat besar, meski memang butuh waktu,” jelasnya.

Salah satu pilar utama strategi VinFast adalah pabrik di Subang, Jawa Barat, di atas lahan 170 hektare. Fase pertama ditargetkan beroperasi akhir 2025 dengan kapasitas 50.000 unit per tahun. Pabrik ini memproduksi kendaraan setir kanan untuk pasar domestik sekaligus ekspor.

Fasilitas tersebut juga akan menyerap sekitar 900-1.000 tenaga kerja pada tahap awal, serta mendorong tumbuhnya rantai pasok lokal.

“Indonesia adalah basis penting. Dari Subang, kami memenuhi pasar lokal dan ekspor. Ini bukti keseriusan kami membangkitkan industri kendaraan listrik di Indonesia,” pungkas Kerry.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan