Sekda Kalbar Tekankan Transformasi Birokrasi dan Kepemimpinan Adaptif
Pontianak (Suara Kalbar) –Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson menegaskan pentingnya transformasi birokrasi yang sejalan dengan arahan Presiden RI, yakni membentuk birokrasi yang responsif, adaptif, serta mampu menerapkan kebijakan dengan cepat dan efektif.
“Khusus pelayanan publik, Bapak/Ibu adalah motor penggerak birokrasi. Ketika terjadi kesalahan, dampaknya tidak hanya dirasakan langsung oleh masyarakat, tetapi juga dapat merusak citra instansi maupun pemerintah daerah secara keseluruhan,” tegas Harisson saat menutup acara Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XII Tahun 2025 di Aula Bhineka Tunggal Ika, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar, Kamis (31/7/2025).
Ia menambahkan bahwa pelayanan publik berbasis teknologi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Menurutnya, pelayanan yang cepat, efisien, dan transparan hanya dapat terwujud melalui peningkatan kompetensi aparatur secara berkelanjutan.
“Diperlukan kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, serta komunikasi yang terbuka. Seorang pemimpin tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga harus mampu memotivasi diri dan timnya untuk memberikan pelayanan terbaik, tanpa diskriminasi,” ujarnya.
Harisson juga berpesan kepada seluruh peserta PKP untuk terus mengembangkan kapasitas diri dari berbagai aspek, baik teknis, manajerial, maupun sosial-kultural. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.
“Tingkatkan kompetensi, jalin kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta berdayakan sumber daya manusia yang ada seoptimal mungkin,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Muhammad Nasir, mengungkapkan kesan positif selama mengikuti pelatihan. Ia menyebut pelatihan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam membentuk karakter kepemimpinan yang kuat.
“Kami belajar bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal membentuk tim, tetapi juga soal menginspirasi. Seorang pengawas tidak hanya mengawasi, tetapi juga harus mampu menggerakkan,” ucap Nasir.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru terkait efektivitas tim dan nilai-nilai perubahan yang berkelanjutan.
“Pelatihan ini memang telah berakhir secara formal, namun ilmu dan keterampilan yang kami dapatkan akan terus kami terapkan dalam pekerjaan. Aksi perubahan yang telah kami susun akan menjadi wujud nyata kontribusi kami di unit kerja masing-masing,” tuturnya.
Penulis: Lidia/r
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






