SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Indonesia Cari Cadangan Litium, Eramet Ambil Sampel di Kawasan Vulkanik Bledug Kuwu

Indonesia Cari Cadangan Litium, Eramet Ambil Sampel di Kawasan Vulkanik Bledug Kuwu

SAIC-GM mengembangkan baterai lithium iron phosphate (LFP) 6C pertama di industri kendaraan listrik yang mampu mengisi daya dengan kecepatan super. (CarNewsChina)

Suara Kalbar – Guna mendorong ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, salah satu yang harus dikembangkan adalah baterai. Oleh karena itu, Eramet Indonesia bersama Badan Geologi melakukan penelitian terhadap potensi kandungan litium di kawasan Bledug Kuwu, Jawa Tengah.

CEO Eramet Indonesia, Jerome Baudelet, mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil sampel dari kawasan vulkanik tersebut untuk dianalisis lebih lanjut.

“Kami tengah menjalankan program bersama Badan Geologi. Sampel sudah kami ambil dari lokasi untuk dianalisis kandungan litiumnya,” ujar Jerome seperti dilansir dari Antara, Selasa (26/8/2025).

Jerome menambahkan, proses analisis kandungan litium tersebut sedang berlangsung di pusat riset Eramet di Prancis. Jika hasilnya menunjukkan kadar litium yang rendah, menurutnya, tidak memungkinkan dilakukan industrialisasi litium di kawasan tersebut. “Jadi, kandungan litium inilah yang sedang kami periksa lebih lanjut,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi bekerja sama dengan Eramet Indonesia dalam kegiatan eksplorasi mineral kritis, termasuk potensi litium, guna memperkuat ekosistem kendaraan listrik, khususnya pengembangan baterai kendaraan listrik.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menuturkan bahwa litium merupakan salah satu mineral strategis bagi Indonesia, mengingat target Indonesia menjadi pemain utama dalam industri baterai kendaraan listrik global.

“Indonesia sudah memiliki nikel dan kobalt sebagai bahan utama baterai. Kini, kami juga mencari potensi litium untuk memperkuat rantai pasok,” ucap Wafid.

Dalam kemitraan ini, Eramet berperan sebagai penyedia teknologi eksplorasi litium, sementara Indonesia menyediakan wilayah yang berpotensi mengandung litium. Salah satu area yang diteliti adalah Bledug Kuwu, Jawa Tengah.

Apabila kandungan litium berhasil ditemukan melalui eksplorasi, maka tahap selanjutnya adalah eksploitasi. Hasil eksploitasi tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan industri baterai di dalam negeri dan tidak untuk keperluan ekspor.

Kerja sama antara Pusat Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi (PSDMPB) Badan Geologi dan Eramet Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Prancis yang ditandatangani pada 2011 di bidang energi dan sumber daya mineral.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan