Hari Kemerdekaan Jadi Pengingat Pentingnya Anak Terlindungi dari Penyakit
Jakarta (Suara Kalbar)- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan bahwa momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI perlu dimaknai sebagai upaya memastikan anak-anak terbebas dari penyakit melalui pemberian vaksin.
“Setiap anak Indonesia berhak merdeka dari penyakit, tumbuh sehat, dan memperoleh kesempatan yang sama. Salah satunya adalah kesempatan mendapatkan imunisasi untuk mencegah berbagai penyakit menular di Indonesia,” ujar Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes, Elvieda Sariwati, Senin (25/8/2025).
Elvieda menegaskan, menjaga kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan dan vaksin yang memadai, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran kolektif.
“Pandemi Covid-19 memberikan pelajaran penting bahwa banyak orang tua menunda imunisasi anak karena rasa takut, keraguan, atau terpengaruh hoaks. Akibatnya, cakupan imunisasi menurun,” ujarnya.
Dia menambahkan, Kemenkes bekerja sama dengan berbagai mitra lintas sektor, termasuk Global Health Strategies (GHS). Sejak penandatanganan nota kesepahaman dengan GHS tahun lalu, sejumlah capaian komunikasi dan edukasi publik terkait pentingnya imunisasi telah diraih.
Menurut Elvieda, kolaborasi menjadi kunci, sebagaimana ditunjukkan saat penanggulangan wabah polio yang melibatkan tokoh masyarakat, organisasi lokal, dan mitra global untuk memperkuat edukasi publik.
“Pendekatan sosial dan perubahan perilaku sangat penting. WHO melalui kerangka behavior and social drivers membantu kita memahami faktor pendorong maupun penghambat keputusan imunisasi,” katanya.
Elvieda juga menilai media sosial memiliki potensi besar untuk edukasi karena jangkauannya luas. “Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan jumlah pengguna internet pada 2024 mencapai 221,5 juta orang, dengan tingkat penetrasi 79,5%,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan perlunya pengawasan agar pesan edukasi benar-benar efektif, mengingat komunikasi di media sosial umumnya bersifat satu arah.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





