SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Eco Bhinneka Muhammadiyah Latih Calon Ibu Kelola Keuangan Tangguh Iklim

Eco Bhinneka Muhammadiyah Latih Calon Ibu Kelola Keuangan Tangguh Iklim

Sahabat Ecobineka Muhammadiyah Kalimantan Barat Gelar Kelas Belajar Literasi Keuangan.[HO-Istimewa]

Pontianak (Suara Kalbaer) – Sebanyak 25 perempuan muda lintas agama mengikuti kegiatan Sekolah Bumi Calon Ibu di Kampung Caping, yang menjadi ajang edukasi sekaligus pemberdayaan perempuan untuk memperkuat kesadaran lingkungan, literasi keuangan, dan prinsip keadilan gender dalam menghadapi krisis iklim.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE) Eco Bhinneka Muhammadiyah yang didukung Ford Foundation. Program ini bertujuan membangun jejaring pemuda yang berorientasi pada eco-sociopreneurship dan eco-literacy demi tercapainya keadilan iklim.

Focal Point Pontianak Program SMILE Eco Bhinneka, Octavia Shinta Aryani, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sekolah Bumi Calon Ibu kali ini merupakan kelanjutan dari kick-off sebelumnya yang mengangkat tema keluarga tangguh dan bijak lingkungan.

“Kami mengumpulkan perempuan muda dari lintas agama, setelah ini ada sesi belajar untuk batch selanjutnya dan hari ini ialah batch pertama. Kita akan membekali soal literasi keuangan keluarga agara nanti saat mereka menjadi seorang ibu akan siap dan tangguh menghadapi krisis iklim. Kita bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki, ” ucap Shinta dalam keterangan yang diterima, Jumat (15/6/2025).

Program Strengthening Youth Multifaith Leader Intiative on Climate Juctice through Ecofeminism (SMILE) ini sejatinya tersebar di 10 wilayah (Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Maluku Utara, Jakarta, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Selawesi Selatan). Selanjutnya pelaksanaan program di Pontianak sendiri akan masuk pada pembahasan soal kesehatan mental.

“Setelah membekali calon ibu dengan kesepakatan pemahaman akan pentingnya menanamkan nilai bijak lingkungan dari rumah, kemudian menguatkan literasi keuangannya, yang akan datang kita akan melukis bersama dan akan menggali lebih dalam soal kesehatan mental calon ibu ini. Mungkin masih ada trauma masa kecil yang harus dihadapi sebelum mereka menghadapi keluarga barunya. Harapannya, calon ibu ini terbekali dengan kekuatan moderasi beragama, kebijaksanaan lingkungan, kesehatan keuangan serta mental untuk menjadi ibu yang tangguh demi keluarga tangguh,” Tutur Shinta saat menutup kegiatan hari itu.

“Mudah-mudahan Ecobhineka bisa memperkuat prinsip keadilan gender untuk awarness terhadap menghadapi perubahan iklim. Pemuda calon ibu Adalah kelompok rentan yang akan menjadi bekal dan mudah-mudahan ini tidak akan terjai dan perempuan muda disini akan membuat tencana tindak lanjut untuk menjadi pengalaman dalam mempersiapkan krisis iklim. Kita mengumpulkan Perempuan muda yang merupakan konsen pimpinan Muhammadiyah. Mudah-mudahan ilmu yang di dapatkan bisa diaplikasikan,” ujarnya.

Selanjutnya, Utin Nina Hermina selaku Pimpinan Wilayah Aisyiyah menyebutkan bahwa program kegiatan yang dilakukan ini sangat menarik sekali karena berkaitan dengan pengemabang potensi anak muda. Generasi muda ini akan menjadi calon ibu dan harus dipersiapkan.

“Kondisi sekarang beda dengan kondisi dulu apalagi soal perubahan iklim yang sudah tidak menentu. Dan ini perlu kekuatan mental, kekuatan kita dalam kondisi yang ada di dalam kita membangun keluarga,” jelas Utin.

Mengatur keuangan tidak semudah itu sekarang dengan segala kemudahan yang ada itu akan berdampak terhadap keluarga. Kita harus bisa mempertahankan keluarga. Sekolah hari ini bagaimana bisa mengatur keuangan agar bisa menambah penghasilan keluarga dan bagaiman bisa memanfaatkan sumber daya yang ada.

“Jadi kita sebagai Perempuan dipersiapkan agar bisa mengatur karena Perempuan menjadi ekolah pertama untuk anak belajar yang beredampak pada Pendidikan anak,” tutup Utin.

Penulis: Feby Kartikasari

Komentar
Bagikan:

Iklan