Dakwah dan Olahraga Seiring Sejalan, Mubaligh Muda LDII Pontianak Main Mini Soccer Bareng
Pontianak (Suara Kalbar) – Usai mengikuti pengajian tashih Kitabul Thoharoh, suasana sore para mubaligh muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Pontianak semakin meriah dengan gelaran mini soccer bersama, di salah satu lapangan di kawasan Pontianak Timur, Sabtu (16/8/2025).
Dari semula duduk khidmat mendalami ilmu agama, mereka langsung beralih ke lapangan untuk mengolah fisik sekaligus mempererat persaudaraan.
Sorak-sorai tawa terdengar ketika bola digulirkan. Sesekali mereka saling menggoda saat ada yang gagal mencetak gol, lalu kembali bersemangat saat berhasil menyarangkan bola ke gawang.
Salah seorang mubaligh muda LDII, Muhammad Hafiz Baihaqi, menyebut mini soccer menjadi cara sederhana namun efektif untuk menjaga kebugaran sekaligus kekompakan.
“Dakwah jalan, olahraga juga jalan. Dengan badan sehat, kami bisa lebih semangat berdakwah sehingga target pembinaan akhlak para generasi bisa tercapai,” ujarnya.
Dijelaskan, selain kebugaran didapat, dengan olah raga ini juga bisa memperkuat kekompakan.
“Kami para mubaligh yang menjalankan fungsi dakwah dan penyampaian ilmu agama di Masjid atau surau di bawah naungan LDII berasal dari beragam daerah. Sehingga ini juga ajang keakraban dan memperkuat kekompakan,” jelas Hafiz.
Sementara itu, Pembina Mubaligh LDII, Ustadz Kardihan menyatakan kegiatan ini bukan sekadar olahraga.
“Mini soccer menjadi ruang kebersamaan, tempat melepas penat, dan sarana untuk menumbuhkan semangat sportivitas. Dengan jiwa yang gembira dan tubuh sehat, mereka yakin bisa lebih maksimal mengabdi untuk dakwah dan mengajarkan ilmu agama sebagaimana yang diharapkan,” jelasnya.
LDII di Kota Pontianak, menurut dia setiap bulan digelar Pengajian Tashih dengan peserta para mubaligh dengan tujuan untuk menstandarkan materi pengajian, bacaan, makan dan keterangan.
“Pengajian Tashih ini secara rutin tujuan utamanya untuk standarisasi ilmu yang disampaikan, baik bacaan,makna dan keterangan Al-Qur’an maupun Al Hadits. Jadi pemahaman dalil bisa sama agar dakwah tidak keluar dari koridor Al-Qur’an dan Sunnah,” jelas dia.
Penulis: LDII Kalbar
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






