SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional TNI Dilibatkan, Pemerintah Percepat Penyelesaian Jalan Trans Papua

TNI Dilibatkan, Pemerintah Percepat Penyelesaian Jalan Trans Papua

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyebut, tantangan utama pembangunan Jalan Trans Papua adalah ancaman dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (Beritasatu.com/Puspen TNI)

Jakarta (Suara Kalbar)-Pemerintah kian serius mempercepat penyelesaian proyek Jalan Trans Papua. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu mengatasi berbagai tantangan, khususnya aspek keamanan yang selama ini menjadi kendala utama di lapangan.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, mengungkapkan bahwa pembangunan Jalan Trans Papua kerap terganggu oleh aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Ia mencontohkan tragedi yang menimpa proyek Istaka Karya, yang menelan korban jiwa.

“Pembangunan Trans Papua itu memang kesulitannya masalah pengamanan. Sudah sering diberitakan media, seperti kasus Istaka Karya yang menimbulkan korban,” ujar Kristomei di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin (21/7/2025).

Kristomei menegaskan, TNI memiliki kapasitas penuh untuk membantu menciptakan keamanan di wilayah rawan tersebut. Kolaborasi antara TNI, Kementerian PU, dan pemangku kepentingan lain dinilai penting demi kelancaran proyek strategis nasional ini.

“Yang punya kemampuan mengamankan ya TNI, tentu bekerja sama dengan Kementerian PU dan stakeholder lainnya,” lanjutnya.

Proyek Jalan Trans Papua juga mendapat landasan hukum yang kuat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat yang dikeluarkan pada era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Pemerintah kini menargetkan proyek ini bisa rampung pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Harus optimis. Kalau tidak optimis, proyek tidak akan selesai. Jadi optimisme dahulu, baru kerja maksimal,” tegas Kristomei.

Sementara itu, Dirjen Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar menyampaikan, kolaborasi dengan TNI akan difokuskan pada pembangunan jalan akses di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Papua dan Kalimantan.

“Pembangunan akan dilakukan di 11 lokasi prioritas. Kami akan lakukan survei dan hitung kebutuhan anggarannya. Nantinya dialokasikan lewat APBN sesuai kemampuan negara,” jelas Roy.

Dengan strategi terpadu ini, pemerintah berharap proyek Jalan Trans Papua dapat segera dirampungkan dan membawa manfaat nyata bagi konektivitas serta kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan