SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Opini Mendamba Keluarga Berkualitas

Mendamba Keluarga Berkualitas

Ilustrasi – Keluarga Bahagia

Oleh: Dedah Kuslinah, S.T

TUJUAN Visi Indonesia Emas 2045 berdasarkan wikipedia adalah mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada tahun 2045. Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045, yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Keluarga adalah pondasi utama pembangunan nasional. Karena itu, menurut Yanieta Arbiastutie Kamtono ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pontianak akan memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Meskipun banyak program-program unggulan dari pemerintah diigulirkan untuk meningkatkan ketahanan keluarga, namun realitanya kondisi keluarga kita masih berkelindan dalam ketidakberdayaan. Banyak kasus yang menerpa keluarga diluar nalar. Ada suami tega membunuh istrinya. Ibu membunuh anak-anaknya. Kasus inses menjamur, orangtua menodai anaknya bahkan sebaliknya. Menjadi potret tragis keretakan keluarga ditengah tekanan hidup yang kian berat.

Rentannya relasi keluarga dalam kehidupan menumbuhkan sikap individualisme dan materialisme serta menihilkan ketakwaan. Keluarga yang sepatutnya menjadi lingkungan pertama bagi anak-anak menerima pendidikan, sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang bertanggungjawab dan beretika, faktanya porak poranda digerus sistem yang mendominasi kehidupan hari ini yakni sekularisme kapitalisme.

Tabiat sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan telah mengubah rasa cinta dan kasih sayang yang senantiasa mewarnai kehidupan berkeluarga menjadi petaka yang jauh dari fitrah manusia. Sistem sekuler menjadikan akal serta hawa nafsu sebagai penentu arah hidup. Sehingga merusak tatanan sosial, juga gagal memberikan arah hidup yang benar bagi individu dan keluarga.

Adapun pendidikan dan kesehatan yang digadang-gadang sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia, terbelenggu dalam mekanisme kapitalistik, yang justru menjadikan kesehatan sebagai komoditas yang mahal. Dari aspek pendidikan sistem ini melahirkan sistem pendidikan yang menjauhkan manusia dari nilai-nilai iman. Sekularisme menihilkan peran agama dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam keluarga.

Adapun sistem hidup kapitalisme menjadikan orang berlomba untuk mengumpulkan materi sebanyak mungkin meski harus menempuh jalur machiavellisme, karena materi sebagai tolok ukur kebahagiaan. Kebutuhan dibisniskan, akses terhadap sumber daya hanya bagi orang-orang yang memiliki cuan sehingga kesenjangan antar golongan kaya dan miskin makin menganga.Tidak heran jika tekanan hidup terus meningkat. Penguatan ketahanan keluarga tidak akan bisa terwujud, karena kebutuhan terhadap pendidikan dan layanan kesehatan saja teramat mahal. Oleh karena itu, jika ingin mewujudkan keluarga berkualitas, maka akar masalahnya, mesti disingkirkan.

Keluarga dalam pandangan Islam, adalah batu bata pertama dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis. Ketika keimanan bersama menjadi perekat setiap anggota keluarga, setiap keluarga dipenuhi cinta, saling pengertian, dan nilai-nilai luhur, maka masyarakat pun akan terjalin erat dan saling menguatkan dan tak tergoyahkan.

Islam memberikan pemahaman utuh mengenai posisi manusia sebagai makhluk lemah dan terbatas. Diperlukan bimbingan tsaqafah Islam agar tidak tersesat. Al-Qur`an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW adalah panduan hidup, sehingga mampu memahami hak dan kewajiban. Peran masing-masing dalam keluarga telah mengakar kuat, baik suami sebagai pencari nafkah maupun istri sebagai pengatur rumahtangga, namun menekankan penghormatan dan kesetaraan dalam hubungan suami-istri.

Meskipun muslimah memiliki peran yang melampaui urusan domestik, sistem Islam mendukung peran aktif perempuan dalam masyarakat, selama tetap menjaga nilai-nilai agama. Muslimah adalah pilar utama dalam membentuk karakter agama dan moral anak-anak, menanamkan nilai-nilai kebaikan dan keimanan sejak dini serta memberikan dukungan spiritual bagi suami.

Dengan memahami dan menjalankan peran serta tanggung jawab masing-masing, kita dapat menciptakan keluarga yang harmonis, penuh cinta, iman, dan nilai-nilai luhur ditanamkan dan diwariskan dari generasi ke generasi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Keluarga berkualitas adalah keluarga yang mampu memenuhi hak-hak seluruh anggota keluarganya sesuai tuntunan syariat, menjadi tempat pembinaan dan pendidikan bagi anggotanya sehingga terlahir generasi yang saleh dan salihah yang peduli kepada umatnya. Kehidupan yang diterapkan bersandar pada buah pikir manusia, yaitu sistem sekuler kapitalisme menihilkan terwujudnya keberkahan, kecuali negara yang menerapkan Islam secara kaffah.

Penerapan sistem Islam secara kaffah memastikan setiap anggota keluarga mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik, biduk pernikahan dijalankan berdasarkan relasi persahabatan. Sehingga, terciptalah keluarga yang sakinah mawaddah warahmah yang akan melahirkan generasi berkualitas.

Adapun negara wajib menyediakan lapangan kerja bagi laki-laki agar nafkah bagi keluarganya dapat terpenuhi, memberikan pendidikan dan pelatihan kerja, bahkan jika dibutuhkan akan memberikan bantuan modal. Juga pelayanan kesehatan yang terbaik dan gratis bagi seluruh warganya tanpa diskriminasi. Wallahu’alambishowab.

*Penulis adalah Aktivis Muslimah Kalimantan Barat

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan