SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Bisnis Sustainabilty Harus Didorong Jadi Peluang Baru Bisnis

Sustainabilty Harus Didorong Jadi Peluang Baru Bisnis

Ilustrasi ESG. Foto: Pixabay

Jakarta (Suara Kalbar) – Sudah waktunya, pelaku bisnis dan korporasi di Indonesia melakukan aksi nyata penerapan environmental, social & governance (ESG) agar prinsip bisnis dan pembangunan berkelanjutan tetap selaras.

Ola Kallqvist, CEO Celemi Asia Pasifik menyarankan agar perusahaan tidak semata melihat sustainability ini sebagai sebuah prinsip yang harus dijalankan demi masa depan people, planet dan profit. Sustainability harus didorong jadi peluang bisnis oleh dunia usaha.

“Perusahaan diharapkan dapat menggeser sudut pandangnya dan melihat ‘sustainability’ ini sebagai peluang baru bagi bisnisnya, tentunya dengan sentuhan inovasi dan kreatifitas,” kata Ola dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (21/6/2025).

Saat ini sustainability didorong oleh tiga faktor utama. Pertama bagaimana mengembangkan regulasi dalam perusahaan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Kedua, pelanggan. Kini pelanggan semakin sadar dan melakukan penyelidikan sendiri bagaimana rantai pasok dari setiap produk yang dikonsumsi apakah berdampak pada lingkungan atau tidak.

Oleh karena itu penting bagi perusahaan atau bisnis, agar tidak lagi hanya berorientasi pada profit tetapi juga dampak pada keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Ketiga, para investor pun kini tak hanya melihat return on investment semata tetapi mereka juga melihat pada return on environmental and social sustainability.

“Oleh karena itu, kini banyak investor yang mencari perusahaan yang memiliki value yang memperhatikan prinsip keberlanjutan,” katanya.

Teladan Nyata

Menurut Tini Moeis, CEO NuPMK Consulting, sustainability ini sangat luas dan besar cakupannya. Maka, dibutuhkan pemimpin masa depan yang mampu menyelaraskan antara people, planet dan profit secara seimbang di setiap aspek, sistem, perilaku, dan budaya organisasi.

Melalui teladan nyata, komitmen yang teguh, dan pengambilan keputusan bisnis yang selaras, pelaku bisnis atau korporasi dapat menanamkan perubahan yang berkelanjutan.

“Sudah waktunya ‘sustainability‘ ini didorong untuk bergeser dari sekedar pengetahuan menjadi aksi nyata dalam membangun bisnis di Indonesia,” jelas Tini saat membuka Executive Forum bertema Sustainability Transformation in Action di Jakarta.

Dalam forum diskusi yang dirancang khusus untuk para pemimpin C-level, direktur transformasi, dan pengambil kebijakan tersebut, NuPMK membuka diskusi lintas industri dan lintas perusahaan sehingga menghadirkan perspektif yang beragam tentang bagaimana keberlanjutan diintegrasikan ke dalam strategi bisnis dan budaya kerja.

Forum ini mengangkat pendekatan praktis untuk mentransformasi ESG dari kebijakan ke aksi nyata serta menjembatani pergeseran dari knowing ke doing.

Dr Dian Ediana Rae, SH, LL.M, Chief Executive of Banking Supervision – OJK, juga menyampaikan bagaimana komitmen dari sektor keuangan untuk mendukung transisi menuju ekonomi hijau di Indonesia yang inklusif.

“Kini kita menghadapi kondisi global yang cukup menantang, seperti memburuknya kondisi geopolitik dan pernyataan pemimpin Amerika Serikat yang menyatakan dukungan kembali ke energi fosil, hal ini berdampak luas hingga menurunkan aspek transparansi ESG, meski demikian pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk mendukung ESG,” ujarnya.

“Pemerintah tetap mendorong masuknya investasi yang selaras dengan ekonomi hijau dan di level regional investasi hijau ini masih kuat sehingga kami percaya komitmen untuk ESG masih akan terjaga,”imbuhnya.

Sumber: Investor.id

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan