SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Sultan Pontianak Dukung Perwa Jam Malam, Tapi Ingatkan Nasib Anak Putus Sekolah

Sultan Pontianak Dukung Perwa Jam Malam, Tapi Ingatkan Nasib Anak Putus Sekolah

Sultan Pontianak, Syarif Machmud Melvin Alkadrie saat memberikan pendapat terkair Perwa Jam Malam Anak di Kota Pontianak (Suarakalbar.co.id/Iqbal Meizar)

Pontianak (Suara Kalbar) – Penerapan Peraturan Walikota (Perwa) tentang Aktivitas anak dimalam hari resmi diterapkan, didalam Perwa tersebut anak yang berusia dibawah 18 tahun dibatasi dari mulai pukul 22.00 sampai dengan 04.00 Wib.

Perwa ini bertujuan untuk mengurangi aktivitas anak yang Negatif darimulai Tawuran, Balap Liar, dan lainya, Perwa nomor 22 tahun 2025 ini juga diharapkan mampu menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak.

Sementara itu, menyikapi Perwa tersebut, Sultan Pontianak, Syarif Machmud Melvin Alkadrie mendukung penuh untuk mengurangi kegiatan negatif anak pada saat malam hari.

“Tentu saya pribadi dengan adanya perea mendukung penuh hal tersebut,”kata Sultan Melvin pada Minggu (22/06/2025) malam.

Namun walaupun demikian, lanjut Sultan Melvin, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait jam malam ini, salah satunya untuk anak yang dibawah umur dan ia bekerja maka harus sedikit dikaji lagi.

“Dimana anak anak yang tidanya dibuat jam malam darimulai 10 malam sampai jam 4 subuh, kita melihat dari sisi yang bekerja walaupun anak itu dibawah umur namun ia bekerja semisal membantu ekonomi keluarganya dan mohon maaf misalnya yang putus sekolah dan harus bekerja dimalam hari,” ungkapnya.

Dikatakanya lagi bahwa, masih bangak juga anak anak yang dibawah umur di Kota Pontianak ini yang putus sekolahnya serta harus membantu ekonomi keluarga dengan bekerja seperti di kafe-kafe atau tempat lainya.

“Kan banyak juga di Pontianak ini, Anak di Bawah umur namun ia harus bekerja dikafe atau pun ditempat lainya maka itu harus diperhatikan juga, hanya dikaji untuk anak anak yang berkerja dan putus sekolah sementara ia bekerja untuk mencari penghasilan dan membantu ekonomi keluarganya,” pungkasnya.

 

Penulis: Iqbal Meizar

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan