SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Headline Proyek Tayan-Sandai Hampir Rampung, PLN Targetkan Interkoneksi Listrik Kalimantan Tuntas di 2025

Proyek Tayan-Sandai Hampir Rampung, PLN Targetkan Interkoneksi Listrik Kalimantan Tuntas di 2025

PLN UIP Kalbagbar kenalkan dan diskusi terkait proyek SUTT 150 kV Tayan-Sandai kepada awak media pada Kamis (26/06/2025). [SUARAKALBAR.CO.ID/Maria]

Pontianak (Suara Kalbar) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP Kalbagbar) menargetkan penyelesaian proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tayan–Sandai pada semester II tahun 2025.

Proyek ini dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan interkoneksi sistem kelistrikan Kalimantan dari timur hingga barat.

“Insya Allah akan kita selesaikan di semester 2 tahun 2025 ini,” ujar Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP Kalbagbar, M Harry Febriandono, pada Kamis (26/06/2025).

Menurut Harry, selesainya proyek ini akan memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan secara menyeluruh dan berdampak pada peningkatan ekonomi di wilayah Kalimantan Barat.

“Jadi harapannya dengan penyelesaian proyek ini nanti, sistem kelistrikan di Kalimantan akan lebih andal dan kuat. Dan salah satu dampak luasnya adalah peningkatan ekonomi di Kalimantan Barat,” terangnya.

Harry menjelaskan bahwa proyek Tayan–Sandai merupakan jalur terakhir yang menghubungkan sistem interkoneksi Kalimantan. Sebelumnya, jalur Kendawangan–Sukadana telah diselesaikan pada tahun lalu.

“Jadi kalau ini selesai, bisa dikatakan interkoneksi Kalimantan sudah terpenuhi. Jadi dari ujung Kalimantan Timur sampai Kalimantan Barat kita sudah satu sistem,” jelasnya.

Harry menegaskan bahwa sistem ini nyaris rampung secara menyeluruh.

“Bisa dikatakan seperti itu. Dan nanti kita juga ada pengembangan ke arah Kapuas Hulu untuk tahun depan,” tambahnya.

Proyek Tayan–Sandai sendiri saat ini sudah mencapai progres lebih dari 80 persen. PLN optimis target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana.

“Untuk progres sendiri kita tahu itu di 80 persen lebih ya. Jadi dengan target di semester 2 ini kita masih optimis lah untuk tercapai di 100 persen,” ucap Harry.

Meski begitu, proyek ini tak lepas dari berbagai tantangan teknis, terutama terkait lokasi pembangunan yang jauh dari akses jalan.

“Untuk SUTT itu kita ketahui ya kan lokasi pekerjaannya tidak di pinggir jalan. Tetapi masuk ke dalam hutan karena jauh dari akses jalan. Itu tantangannya, tantangan teknis untuk pemindahan barang,” jelasnya.

Namun, Harry memastikan bahwa seluruh tantangan tersebut telah diantisipasi sejak awal.

“Alhamdulillah kita sudah mitigasi itu semua di awal, di kontrak itu kita sudah mitigasi. Jadi setiap risiko-risiko itu kita sudah sediakan juga solusi seperti apa,” katanya.

Ia menegaskan bahwa hingga kini proyek masih berjalan sesuai dengan jadwal.

“Alhamdulillah ini dapat kita lihat di progresnya ya. Masih terpantau, masih sesuai dengan rencana,” pungkasnya.

 

Penulis: Maria

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan