Dorong Kolaborasi Tingkatkan UMKM, Menteri UMKM :Grab Dan OVO Kolaborasi Nyata Untuk Masa depan
Pontianak (Suara Kalbar) – Menteri Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) akan lanjutkan Kolaborasi bersama Grab Indonesia dan OVO dalam Program perubahan UMKM Konvensional ke UMKM Digital.
Hal ini tertuang dalam program yang telah dijalankan oleh Kementrian bersama dua perusahaan besar tersebut dengan Tagline #KotaMasadepan. Kota Pontianak menjadi kota potensial ke-15 dalam rangkaian program Kota Masa Depan.
Dalam periode ke-tujuh ini, penyelenggaraan program #KotaMasaDepan di Pontianak juga berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Digital, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan Pemerintah Kota Pontianak untuk memberikan pendampingan digitalisasi serta dukungan pengembangan usaha bagi UMKM melalui rangkaian aktivitas pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Hal ini disampaikan langsung oleh, Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman yang hadir langsung dalam acara pembukaan program #KotaMasaDepan di Pontianak, dalam kesempatan tersebut, Maman mengatakan, bahwa digitalisasi merupakan suatu bentuk kebutuhan yang harus dilakukan untuk meningkatkan daya saing UMKM Era sekarang.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Digitalisasi menjadi kunci peningkatan daya saing UMKM di era sekarang. Maka dari itu, Pemerintah terus mendorong adopsi teknologi oleh UMKM salah satunya dengan mengadakan berbagai macam pelatihan yang bertujuan memfasilitasi UMKM agar terintegrasi dalam ekosistem digital dan mampu mengoptimalkan fitur marketplace untuk meningkatkan penjualan,” Kata Menteri UMKM tersebut pada Senin (02/06/2025).
Maman kemudian berharap, dengan adanya dukungan dan Kolaborasi seperti ini nantinya akan menjadi dasar penguatan Ekonomi masyarakat Indonesia.
“Grab Indonesia dan Ovo serta Kementrian UMKM adalah Kolaborasi nyata dalam menyambut masadrpan, Semoga dengan semakin banyaknya dukungan terhadap UMKM seperti program ini dapat menguatkan ekonomi akar rumput, karena UMKM menyumbang lebih dari 60% PDB Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja,” ungkapnya.
Dengan tema ‘Berani Digital’, program #KotaMasaDepandi Pontianak berhasil menjaring ratusan UMKM binaan dari Dinas Koperasi Pontianak. Dari jumlah tersebut, sejumlah UMKM telah mengikuti pelatihan online pada 23 Mei 2025 untuk belajar mengembangkan usahanya di ekosistem digital. Selama program berlangsung, para UMKM peserta akan mendapatkan berbagai bentuk dukungan, seperti bantuan pengurusan sertifikat Halal, pelatihan digital secara daring, serta sesi peningkatan kapasitas dan berbagi pengalaman secara langsung (luring).
Berdasarkan data terakhir yang dihimpun oleh Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2024, jumlah usaha di Kota Pontianak mencapai 4.056 jenis usaha yang terdiri dari usaha mikro, kecil, dan menengah.
Kemudian ditempat yang sama, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, Digitalisasi adalah suatu keharusan yang dilakukan untuk melakukan peningkatan Ekonomi dimasa sekarang.
“Digitalisasi tidak bisa kita hindari dari setiap aktivitas kita, maka dari itu penting adanya digitalisasi UMKM. Sejak pandemi, kota Pontianak sudah beralih ke digital, termasuk di pasar-pasar, sehingga masyarakat di Pontianak sangat maju dan melek digital, tidak kalah dengan anak muda di kota-kota maju lainnya. Di Pontianak, Pemerintah terus mendukung para UMKM dengan menyiapkan materialnya termasuk peralatannya, salah satunya pada tahun ini membangun rumah kemasan gratis untuk pemula UMKM.
Dikatakanya lagi bahwa, dirinya berharap melalui program akselerasi digital untuk para UMKM seperti ini, dapat membantu para UMKM untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produknya.
“Program seperti ini tentunya sangat membantu masyarakat khusunya yang bergelut dibidang UMKM, dan juga dapat membantu Kementerian UMKM dalam meningkatkan UMKM sebagai fondasi dasar perekonomian Indonesia Ini bisa terwujud. Kita sadari UMKM ini sudah terbukti menopang ekonomi kita,” terangnya.
Sementara itu, Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, pihaknya berkomintmen penuh dalam membantu masyarkaat Indonesia melalui kolaborasi bersama Kementrian UMKM dalam meningkatkan Ekonomi masyarakat akar rumput yaitu UMKM.
Grab Indonesia dan OVO berkomitmen untuk menjadi mitra pertumbuhan dan terus mendukung percepatan inklusi digital dan keuangan di berbagai daerah. Melalui program Kota Masa Depan, kami ingin memberikan pendampingan yang tepat bagi pengusaha UMKM, agar mereka tidak hanya bertahan tetapi juga tumbuh di tengah perubahan zaman. Di kota seperti Pontianak, kami melihat potensi besar dari para pengusaha UMKM lokal, dan kami percaya bahwa dengan akses pada teknologi, pelatihan, serta jaringan ekosistem Grab, UMKM bisa semakin naik kelas,” ungkapnya.
Kemudian Neneng menjelaskan, Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kelas pengusaha UMKM yang ada di Indonesia, maka dari itu Kolaborasi ini berpeluang mendorong lahirnya Wirausahawan baru.
“Kontribusi Grab di Indonesia dalam hal mendorong pengusaha UMKM untuk naik kelas juga dapat dilihat dari terciptanya 2,3 juta peluang kerja lewat digitalisasi UMKM di platform Grab (2020-2024). Kemudian, Grab juga mendorong lahirnya wirausahawan baru, yaitu 1 dari 5 Mitra Merchant adalah Generasi Z, yang memulai bisnis pertama mereka melalui Grab,” pungkas Neneng.
Selain itu, tercatat sejak 2021, Grab juga mendorong adopsi teknologi digital kepada 5.200+ pedagang pasar melalui program GrabMart Pasar. Sebesar Rp1 triliun+ pembiayaan usaha ke 25.000+ UMKM juga telah disalurkan melalui program GrabModal Mantul dan OVO Modal Usaha. Grab juga bawa beberapa perwakilan UMKM Indonesia untuk hadir dalam acara internasional seperti MotoGP, G20, dan World Economic Forum (WEF) Davos 2025.
Penulis: Iqbal Meizar
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






