Cerita UMKM Kopi Rembang Tembus Pasar Bali hingga Kalimantan
Jakarta (Suara Kalbar) – Kopi Lelet Pandawa asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Produk UMKM mampu menembus pasar nasional. Kini, kopi ini merambah pasar Blora, Pati, Kudus, Jepara, Demak, hingga Tuban di Jawa Timur.
Bahkan dengan peran e-commerce, mampu menjangkau pemasaran hingga Provinsi Jawa Barat, Kalimantan dan Bali. Di bawah binaan Rumah BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Kabupaten Rembang (RB Rembang) yang dikelola oleh anak usahanya, PT Semen Gresik, Kopi Lelet Pandawa mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan.
Mohammad Totok Wahyudi, pemilik usaha Kopi Lelet Pandawa, bersyukur menjadi bagian dari RB Rembang sejak tahun 2020. RB Rembang berperan besar dalam mendorong pertumbuhan bisnis Kopi Lelet Pandawa, tidak hanya melalui pelatihan administratif dan manajemen bisnis untuk menjalankan usahanya, tetapi juga penguatan branding hingga perluasan pasar melalui digital marketing, sehingga memperkuat daya saing produk.
“Dahulu, saya hanya berangkat dari semangat ingin menjaga tradisi minum kopi di pesisir Kabupaten Rembang. Namun, setelah bergabung dengan RB Rembang, kami mendapatkan banyak pelatihan, peluang untuk promosi, hingga perluasan jejaring usaha, yang justru membuat saya lebih termotivasi untuk terus melangkah maju,” ujar Totok, dikutip Senin (16/6/2025).
Totok mengungkapkan, usaha yang dirintis sejak Oktober 2019 silam dengan modal awal Rp 25 juta itu kini telah mengalami banyak perkembangan dari segi pemasaran. Berbekal alat sangrai kopi sederhana, Totok mulai mengenalkan kopi racikannya yang khas kepada kerabatnya, lalu memasarkannya di toko kelontong dan pasar tradisional secara mandiri.
Saat ini, Totok menjalankan usaha dengan dibantu 14 orang karyawan yang merupakan warga Desa Sedangagung, mulai dari proses produksi kopi, pengemasan, hingga distribusi. Dengan kualitas premium dan racikan otentik tanpa campuran seharga Rp 19 ribu per bungkus, Kopi Lelet Pandawa terjual 2.100 bungkus per hari dan meraih omzet Rp 30 juta per hari.
”Alhamdulillah, banyak sekali manfaat yang saya rasakan semenjak menjadi bagian dari RB Rembang. Bahkan, kami dibantu membangun jaringan dengan sesama pegiat UMKM,” kata dia.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, kepedulian terhadap UMKM melalui pendampingan dan pembinaan yang dilakukan oleh SIG di RB Rembang, Jawa Tengah, terus melahirkan pengusaha sukses yang ikut berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi daerah dan membuka lapangan pekerjaan.
“Sejak beroperasi pada 2020, Rumah BUMN SIG di Rembang telah mendampingi 495 UMKM naik kelas yang diikuti dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.869 orang. Pencapaian ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan lapangan kerja dan mendorong kewirausahaan, serta pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Vita Mahreyni.
Sumber: Investor.id
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






