SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Seniman di Pontianak Angkat Tradisi Berburu Masyarakat Dayak Jadi Mural

Seniman di Pontianak Angkat Tradisi Berburu Masyarakat Dayak Jadi Mural

Mural berburu yang merupakan cerminan dari tradisi masyarakat Suku Dayak karya Dadang dan Agus dari Ambawang art. [SUARAKALBAR.CO.ID/Meriyanti]

Pontianak (Suara Kalbar) – Beragam lukisan mural menghiasi dinding-dinding Taman Budaya Kalimantan Barat (Kalbar) dalam rangka memeriahkan Semarak Taman Budaya 2025. Karya-karya tersebut merupakan hasil ide kreativitas para seniman lokal yang menampilkan beragam kebudayaan lokal.

Salah satu mural yang menarik perhatian adalah lukisan bertema pemburuan karya Dadang dan Agus dari komunitas Ambawang Art. Lukisan tersebut menggambarkan tradisi berburu yang merupakan bagian dari budaya Suku Dayak di Kalbar.

Dadang menceritakan bahwa lukisan ini mengambil kebudayaan masyarakat Suku Dayak yang sering dilakukan sejak dulu yaitu berburu, baik dengan senjata tradisional seperti sumpit hingga senjata modern seperti senapan berburu.

“Ini temanya kami mengangkat budaya masyarakat Suku Dayak yang pada umumnya sering berburu,” ujarnya pada Jum’at (16/05/2025).

Menurut Dadang, pemilihan tradisi berburu sebagai tema yang ia dan rekannya angkat dalam lomba kali ini karena berburu merupakan budaya yang dominan terutama di suku Dayak.

“Kita sih memilih tradisi berburu ini karena Kalimantan Barat itu lebih dominan di Budaya Dayak menurut saya, dan saya pribadi lebih memahami suku Dayak,” jelas Dadang.

Dalam proses melukis mural ini, menurut Dadang cuaca ekstrem sering kali jadi tantangan.

“Kadang kalau siang itu panas banget, mungkin itu aja tantangnya,” katanya.

Akan tetapi untuk lomba kali ini, Dadang bersyukur bahwa mereka masih di berikan fasilitas tenda hingga konsumsi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar.

“Disini aman sih, kita disediakan tenda, jadi masih lumayan teduh, dikasi konsumsi juga, jadinya kita bisa tetap fokus gak kepanasan, gak kehujanan,” jelas Dadang.

Dadang dan Agus diketahui cukup optimis untuk memenangkan perlombaan kali ini. Meskipun begitu, ia sangat mengapresiasi kegiatan kali ini, karena melihat kegiatan ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap eksistensi seniman di Kalbar.

“Ini upaya yang baik dari pemerintah untuk menghidupkan kembali taman budaya, membuktikan bahwa seniman-seniman di Kalbar itu masih ada dan tetap eksis, jadi biar aktif lagi,” terangnya.

Dadang berharap pemerintah dapat lebih sering mengadakan kegiatan yang melibatkan seniman seperti ini. Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang perlombaan tapi juga ajang silaturahmi antar seniman untuk mengenal satu sama lain.

“Kami bukan berlomba saja, tapi bersilaturahmi bersama para seniman lain, kenal satu sama lain, ketemu dengan seniman-seniman yang udah lama gak ketemu kan, jadi bukan ajang lomba aja,” tutupnya.

Penulis: Meriyanti

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan