SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional BPS: Lama Sekolah Rata-Rata Penduduk Indonesia Hanya Sampai SMP

BPS: Lama Sekolah Rata-Rata Penduduk Indonesia Hanya Sampai SMP

Mayoritas penduduk Indonesia hanya menempuh pendidikan hingga SMP. (Antara/Adeng Bustomi)

Jakarta (Suara Kalbar)- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas pada tahun 2024 hanya mencapai 9,22 tahun, atau setara dengan jenjang kelas 9 SMP. Meski meningkat dibandingkan tahun sebelumnya (9,13 tahun), angka ini mencerminkan tantangan besar dalam sistem pendidikan nasional.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan capaian tersebut baru sedikit melampaui target RPJMN 2020–2024, yakni 9,18 tahun.

“Rata-rata penduduk Indonesia yang berusia 15 tahun telah menempuh pendidikan selama 9,22 tahun atau lulus kelas 9 SMP atau sederajat,” ujar Amalia, dilansir dari Beritasatu.com, Jumat(2/5/2025).

Rincian Tingkat Pendidikan Warga Indonesia

Menurut data BPS dan Sakernas Agustus 2023, dari sekitar 209 juta penduduk usia 15 tahun ke atas:

  • 4,29% belum atau tidak pernah sekolah (±8,96 juta jiwa).
  • 4,94% tidak tamat SD (±10,3 juta jiwa).
  • 23,55% tamat SD atau sederajat (±49,2 juta jiwa).
  • 19,90% tamat SMP atau sederajat (±41,6 juta jiwa).
  • 34,12% tamat SMA atau sederajat (±71,3 juta jiwa).
  • 2,07% tamat diploma I/II (±4,3 juta jiwa).
  • 3,26% tamat diploma III (±6,8 juta jiwa).
  • 7,87% tamat universitas (S1 ke atas) (±16,5 juta jiwa).

Mayoritas penduduk Indonesia hanya menamatkan pendidikan dasar dan menengah pertama. Hanya sekitar 10,2% penduduk usia 15 tahun ke atas yang memiliki ijazah perguruan tinggi, sementara lulusan SMA masih mendominasi di angka 34,12%.

Tantangan yang Dihadapi

Ketimpangan dalam akses pendidikan di Indonesia masih cukup tinggi. Wilayah pedesaan, rumah tangga dengan kondisi ekonomi rendah, dan kelompok penyandang disabilitas menjadi yang paling rentan tertinggal dalam hal pendidikan. Hal ini berdampak langsung pada angka partisipasi sekolah:

  • Usia 7-12 tahun (SD): >99%
  • Usia 13-15 tahun (SMP): ±94%
  • Usia 16-18 tahun (SMA): ±75%
  • Usia 19-24 tahun (Perguruan Tinggi): ±25%

Sementara itu, tingkat penyelesaian pendidikan juga menunjukkan pola menurun seiring jenjang pendidikan yang lebih tinggi:

  1. SD/sederajat: 97,84%
  2. SMP/sederajat: 91,15%
  3. SMA/SMK/sederajat: 67,07%

Fakta ini menunjukkan bahwa banyak pelajar yang tidak berhasil menyelesaikan pendidikan menengah atas, yang turut berkontribusi terhadap rendahnya rata-rata lama sekolah.

Upaya Pemerintah dan Harapan ke Depan

Pemerintah melalui program seperti kartu Indonesia pintar (KIP) kuliah, perluasan akses perguruan tinggi negeri, serta penguatan pendidikan vokasi berupaya meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi.

Namun, untuk meningkatkan kualitas dan capaian Pendidikan Indonesia secara menyeluruh, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Dukungan berupa sarana-prasarana pendidikan, kualitas guru, serta pendekatan inklusif terhadap kelompok rentan akan sangat menentukan keberhasilan peningkatan lama sekolah di masa mendatang.

Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pendidikan penduduk Indonesia masih berhenti pada jenjang SMP. Pendidikan Indonesia membutuhkan upaya bersama agar semua warga negara bisa menikmati akses pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan