SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Bandara Supadio Menuju Status Internasional, Zulfydar Berikan Dukungan Penuh

Bandara Supadio Menuju Status Internasional, Zulfydar Berikan Dukungan Penuh

Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar.[SUARAKALBAR.CO.ID/Fajar Bahari]

Pontianak (Suara Kalbar) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) terus mendorong agar Bandara Supadio di Kubu Raya kembali mendapatkan status sebagai bandara internasional. Usulan tersebut kini menjadi bagian pembahasan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalbar Tahun 2025–2029.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, jalur internasional yang akan dibuka melalui Bandara Supadio adalah ke Sarawak, Malaysia.

“Tinggal menunggu waktu, jalurnya sudah disampaikan tadi, Sarawak, Malaysia. Artinya jalur itu yang akan dibuka. Kami sangat mendukung upaya ini yang telah kami sampaikan sejak satu hingga dua tahun lalu. Kita harapkan segera terbukanya bandara jalur internasional,” ungkap Zulfydar Usai Kegiatan Musrenbang, Senin (05/05/2025).

Ia menambahkan bahwa potensi konektivitas bandara sebaiknya tidak hanya terbatas pada Malaysia. Ia mendorong agar bandara Supadio juga membuka jalur penerbangan langsung ke negara lain di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura dan Brunei Darussalam.

“Kita harapkan tidak hanya terbuka untuk Malaysia tapi juga terbuka untuk Singapura dan Brunei. Tadi kita dengar juga ada kerja sama Wali Kota Singkawang untuk penerbangan langsung ke China,” tambahnya.

Menurut Zulfydar, Bandara Supadio sudah memiliki fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai untuk mendukung operasional penerbangan internasional. Ia menekankan pentingnya agar dampak dari kebijakan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Fasilitas cukup, SDM cukup, dan tentu harapan kami feedback-nya harus kembali ke pendapatan asli daerah dan berdampak ke masyarakat secara langsung seperti sektor transportasi, penginapan, hotel, dan lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan perlunya pemikiran strategis tentang bagaimana masyarakat Kalbar memanfaatkan konektivitas internasional tersebut, baik dalam konteks bisnis maupun pariwisata.

“Pemanfaatan tidak hanya berkaitan dengan masyarakat dari luar yang datang atau kita yang ke sana. Diperlukan pemikiran tentang bagaimana orang kita bisa ke sana dan kembali, serta bagaimana orang lain datang ke sini dan memanfaatkannya, tidak hanya bisnis tapi juga wisata,” tuturnya.

Zulfydar juga menekankan bahwa pembukaan jalur internasional ini akan memangkas biaya dan waktu perjalanan yang selama ini harus melalui Jakarta.

“Tentu ada kemudahan lain, rentang kendali tidak harus ke Jakarta lagi. Orang kita yang ingin melakukan bisnis tidak perlu lagi ke Jakarta. Ini akan memotong waktu dan biaya yang besar,” pungkasnya.

Penulis: Fajar Bahari

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan