Pengamanan Malam Idul Fitri, Kapolda Kalbar dan Ria Norsan Pantau Situasi Kamtibmas
Pontianak (Suara Kalbar) – Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto didampingi Gubernur Kalbar, Ria Norsan bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan patroli bersama serta pengecekan Pos Pengamanan (Pos Pam) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H di Bundaran Digulis Untan, pada Minggu (30/3/2025) malam.
Ria Norsan mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kelancaran arus mudik dan keamanan selama Idul Fitri berlangsung.
“Kita hari ini mengadakan conference dengan tim pusat ya, yaitu Kapolri, Panglima TNI, kemudian juga Menkopolkam, Kemendagri, dan juga Wakil Menteri Perhubungan. Jadi, intinya bahwa permasalahan mudik dan juga pengamanan dalam rangka mudik ke daerah masing-masing. Alhamdulillah, tadi berapa daerah itu semuanya terkendali dan dalam kondisi aman dan tertentu,” ujar Norsan.
Norsan juga mengungkapkan bahwa sekitar 12.000 pemudik telah berhasil melakukan perjalanan dari Kalimantan Barat ke berbagai daerah lewat program mudik gratis pemerintah daerah yang bekerja sama dengan Polda Kalbar dan instansi lainnya menggunakan 33 unit bus.
Selain itu, Gubernur Kalbar juga mengimbau masyarakat untuk merayakan Idul Fitri dengan sederhana serta menjaga kebersamaan dan silaturahmi.
“Imbauan dan pesan saya, laksanakan kegiatan Idul Fitri ini dengan sederhana mungkin. Yang paling penting adalah kebersamaan dan silaturahim kita, itu yang harus kita jaga, kebersatuan dan kesatuan. Sehingga makna daripada Lebaran Idul Fitri ini bisa membawa satu kemajuan dan kebaikan untuk persatuan dan kesatuan masyarakat yang ada di Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan bahwa pihaknya bersama Forkopimda telah melakukan video conference dengan pemerintah pusat untuk mengecek kesiapan pengamanan mudik.
“Kami bersama Forkopimda tadi sampaikan bahwa kita baru selesai melaksanakan video conference dengan pusat. Intinya adalah melakukan pengecekan terhadap seluruh wilayah yang menjadi prioritas-prioritas mudik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sinergitas antara TNI, Polri, serta stakeholder terkait telah memitigasi berbagai hambatan, termasuk dampak banjir yang terjadi sebelumnya. Pos-pos pengamanan telah ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan, termasuk di pelabuhan udara dan laut.
“Di antaranya pasca banjir, ini juga pos-pos pengamanan juga kita dekatkan di wilayah-wilayah yang berkendala, yang cenderung terjadi kemacetan lalu lintas karena kondisi jalan. Tapi enggak apa-apa, di situ sudah ada kehadiran anggota gabungan,” ungkapnya.
Selain itu, sistem pemantauan berbasis CCTV telah diterapkan di beberapa titik strategis, termasuk di Bundaran Untan.
“Ini juga salah satu yang bisa memantau dari beberapa daerah, karena kita ada CCTV di semua titik-titik. Jadi semua kita pantau dengan CCTV dan kehadiran personil-personil gabungan. Dari TNI, Polri, kemudian dari Satpol PP dan yang lain-lainnya, stakeholder lainnya, semua siaga,” kata Pipit.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya juga mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama dengan kondisi cuaca yang relatif kering dalam beberapa hari terakhir. Namun, berdasarkan informasi terbaru dari BMKG, diperkirakan akan terjadi hujan dalam 1-2 hari ke depan, yang dapat membantu meredakan potensi karhutla.
Dengan langkah-langkah ini, Kapolda Kalbar berharap diharapkan perayaan Idul Fitri 1446 H di Kalimantan Barat dapat berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.
Penulis: Maria
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






