Rencana Pengaktifan Taman Budaya, Menteri Kebudayaan: Potensi Dapat DAK
Pontianak (Suara Kalbar) – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyebutkan Kalimantan Barat memiliki potensi untuk mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) apabila kembali mengaktifkan Taman Budaya.
Sebelumnya, Fadli Zon menegaskan pentingnya pelestarian budaya Kalimantan Barat dalam acara “Bincang Budaya Pelestarian Warisan Budaya Kalbar” yang digelar di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII yang dihadiri oleh berbagai seniman, budayawan, serta komunitas seni budaya pada Sabtu (22/02/2025) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur (Wakil Gubernur) Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang baru saja dilantik. Ia menyatakan bahwa kehadiran Wagub akan mempermudah koordinasi antara kebijakan pusat dan daerah dalam upaya pelestarian budaya.
“Kita bersama-sama tadi berdialog dengan para seniman, budayawan, komunitas seni budaya di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII di Kalimantan Barat ini. Masukan-masukan tadi saya kira sangat penting, dan kita beruntung Pak Wagub tadi menyampaikan Taman Budaya akan segera diaktifasi,” ujar Fadli Zon.
Ia menekankan bahwa pengaktifan kembali Taman Budaya akan menjadi langkah penting dalam mendukung aktivitas seni dan budaya di Kalbar. Dengan aktifnya Taman Budaya, pemerintah daerah juga berpotensi mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kebudayaan untuk mendukung berbagai fasilitas kebudayaan, termasuk gedung pertunjukan, museum, dan ruang seni lainnya.
“Menurut saya itu sangat penting karena itu adalah semacam space yang penting dan juga nanti kan dengan diaktivasi itu bisa mendapatkan DAK juga dari Kementerian Kebudayaan,” tegasnya.
Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya adalah keberagaman etnis Dayak yang memiliki hingga 200 sub-etnis. Oleh karena itu, Fadli Zon menekankan pentingnya pendataan dan riset mendalam untuk menjaga keberlanjutan budaya ini, termasuk pelestarian bahasa daerah agar tidak punah.
“Budaya di Kalimantan Barat ini diisi oleh begitu banyak etnis, suku bangsa. Ini menjadi binding power, jadi kekuatan pemersatu. Jadi bukan ancaman, tapi justru menjadi kekuatan pemersatu. Bahkan bisa terjadi akulturasi budaya. Akulturasi budaya ini yang juga menurut saya penting karena bisa hidup secara harmonis, dan ini yang harus kita pelihara,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghargai dan mengapresiasi budaya masing-masing serta budaya masyarakat lainnya untuk menghindari potensi konflik di masa depan.
Penulis: Maria
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






