SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Kolaborasi Dua Universitas Ciptakan Inovasi Media Pembelajaran

Kolaborasi Dua Universitas Ciptakan Inovasi Media Pembelajaran

Mahasiswa Telkom University dan Universitas Tanjungpura ciptakan Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) untuk tingkatkan SDGs. SUARAKALBAR.CO.ID/Yati

Pontianak (Suara Kalbar) – Kolaborasi dua Universitas dalam rangka menciptakan inovasi pembelajaran yang menarik berbasis Augmented Reality (INOMEP AR) untuk memudahkan mempelajari Ekosistem Darat dan Laut kepada Anak Usia Dini

Salah satu mahasiswa Doktoral dari Telkom University Himawan Nurcahyanto mengatakan program ini mendapat dukungan bimbingan dari Telkom Indonesia, dengan kolaborasi langsung dari M. Habibie Ridhonanta dan Sawung Aji Wicaksono.

“Teknologi Augmented Reality (AR) yang digunakan memungkinkan anak-anak usia dini untuk mempelajari ekosistem darat dan laut secara mendalam,” kata Himawan.

Himawan menuturkan melalui visualisasi tiga dimensi yang realistis, siswa dapat mengenal hewan-hewan seperti komodo yang tidak dapat ditemukan di wilayah Kalimantan Barat, hanya melalui perangkat AR.

“Hal ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa perlu kunjungan langsung ke habitat asli hewan tersebut.Program ini melibatkan lima Taman Kanak-Kanak di Pontianak, yaitu TKIT Al Mumtaz, TK Primanda Untan, TK Al Mukaddimah, TK Mujahidin, dan TK Mawar Khatulistiwa,” tuturnya.

Himawan menjelaskan kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap, termasuk sosialisasi teknologi AR, pelatihan kepada guru, dan pengajaran langsung kepada siswa menggunakan media berbasis AR. Hasil dari program ini sangat menggembirakan. Anak-anak menjadi lebih antusias dalam belajar, sementara guru dan orang tua mendapatkan wawasan baru tentang pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Para guru dilatih untuk menggunakan teknologi AR sebagai metode pengajaran kreatif, sementara orang tua mulai memahami pentingnya teknologi dalam mendukung perkembangan anak-anak mereka.

“Melalui teknologi AR, anak-anak dapat belajar secara menyenangkan dan interaktif. Mereka tidak hanya melihat gambar statis, tetapi juga dapat menjelajahi dunia virtual yang membuat pembelajaran lebih hidup dan bermakna,” jelasnya.

Program ini masih memiliki ruang pengembangan lebih lanjut. Salah satu ide yang sedang dirancang adalah fitur suara untuk memberikan pengalaman audio yang realistis, seperti suara hewan dan desiran angin. Selain itu, konsep “room tour” juga sedang dikembangkan, di mana anak-anak dapat “berjalan-jalan” secara virtual di habitat tertentu sambil mempelajari hewan-hewan yang ada.

Selain ekosistem darat dan laut, teknologi AR juga dapat diterapkan pada berbagai topik lain, seperti mengenalkan bagian rumah, halaman sekolah, kendaraan transportasi, anatomi tubuh manusia, dan huruf Hijaiyah.

Dalam evaluasi program, tim menemukan pentingnya pelatihan tambahan bagi guru untuk menciptakan konten AR secara mandiri. Selain itu, rencana pengembangan platform terintegrasi sedang disiapkan untuk menyatukan berbagai fitur, seperti visualisasi 3D, kuis interaktif, dan e-book, ke dalam satu aplikasi.

Penulis: Yati

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan