SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kubu Raya Sutarmidji Tegaskan Pemprov Sudah Bangun 43 Sekolah Baru di Kalbar

Sutarmidji Tegaskan Pemprov Sudah Bangun 43 Sekolah Baru di Kalbar

Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 1, Sutarmidji dan Didi Haryono menjalani sesi tanya jawab dengan Muda Mahendrawan pada debat publik perdana Pilgub Kalbar 2024 (Foto: Tangkapan layar YouTube KPU Kalbar)

Kubu Raya (Suara Kalbar) – Suasana Debat Pilgub Kalbar 2024 yang digelar oleh KPU Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu (23/10/2024) menjadi semakin memanas saat calon gubernur nomor urut 1, Sutarmidji, memberikan jawaban tegas kepada lawannya, calon gubernur nomor urut 3, Muda Mahendrawan.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung sengit, Sutarmidji menanggapi pernyataan Muda tentang kurangnya intervensi Pemerintah Provinsi dalam menangani masalah anggaran untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), lama sekolah, dan kasus balita meninggal di Kalimantan Barat.

Muda mengkritik bahwa Pemerintah Provinsi seharusnya mengambil peran lebih besar dalam pembangunan fasilitas pendidikan, terutama pada tingkat SMA/SMK, yang merupakan kewenangan mereka. Menurut Muda, tanggung jawab ini belum sepenuhnya dijalankan dengan optimal.

Namun, Sutarmidji dengan tenang tetapi penuh keyakinan menjelaskan bahwa setiap tingkatan pemerintahan memiliki peran dan tanggung jawab anggarannya masing-masing. Ia memperingatkan bahwa campur tangan pemerintah provinsi dalam urusan yang berada di luar kewenangannya dapat menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

“Setiap level pemerintahan punya tanggung jawab sendiri. TK, SD, SMP, posyandu itu semua kewenangan kabupaten, dan Pemprov tidak bisa sembarangan masuk. APBD disusun sesuai kewenangan masing-masing,” jelas Sutarmidji.

Sutarmidji juga mencontohkan bahwa Rumah Sakit Soedarso yang dibangun di era kepemimpinannya sudah dilengkapi dengan fasilitas memadai sebagai rumah sakit rujukan provinsi. Sementara untuk meningkatkan IPM, Sutarmidji mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi sudah membangun 43 sekolah baru dan merevitalisasi 26 sekolah SMA/SMK, yang semuanya berdampak pada peningkatan lama sekolah dan memperkuat pendidikan di Kalbar.

Ia juga menggratiskan pendidikan SMA/SMK, dan ke depannya menargetkan pembangunan 100 sekolah baru dengan tenaga pengajar yang akan melibatkan mahasiswa semester 7 dari IKIP-PGRI Pontianak dan FKIP UNTAN.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan