Gercep Para Donatur Berhati Mulia, Leni Gadis 12 Tahun Warga Mempawah Tuntas Operasi Tumor Rahim
Mempawah (Suara Kalbar) – Rasa sakit dan derita Leni Febriyanti, 12 tahun, warga Mempawah, Kalimantan Barat, akhirnya pelan-pelan diangkat Allah SWT melalui uluran tangan dan gerak cepat para donatur berhati mulia.
Seperti diberitakan SUARAKALBAR.CO.ID, Leni adalah putri dari pasangan Ibrahim Usman dan Yunita yang berlatar belakang keluarga kurang mampu. Keluarga sederhana ini tinggal di Jalan Pematang Sukun RT. 022/RW. 008 Kelurahan Tengah Kecamatan Mempawah Hilir.
Karena ketiadaan biaya, orangtua dan akhirnya memutuskan membawa Leni Febriyanti pulang ke rumah usai berjuang melawan sakit karena kanker atau tumor di rahim.
Saat pemberitaan tentang Leni Febriyanti viral di media sosial, banyak hati yang tergerak untuk membantu biaya operasi yang awalnya diperkirakan akan menelan Rp 150 juta.
Adalah Gatot Plastik, aktivis sosial multi talenta Mempawah yang menjadi sosok penting di balik perjuangan untuk menyembuhkan Leni Febriyanti seperti sediakala.
Gatot sebelumnya mendapat telepon dari temannya untuk segera dilakukan tindakan dengan mengirim biaya keperluan operasi Leni.
Saat ditemui, Gatot Plastik mengaku bahagia dan bersyukur karena kondisi kesehatan Leni Febriyanti kini semakin stabil.
“Alhamdulillah dengan dukungan para donatur, Leni sudah dioperasi pada 4 Oktober 2024. Ia bahkan sudah boleh pulang ke rumah pada 8 Oktober,” jelas Gatot Plastik, Jumat (11/10/2024) malam.
Ia menceritakan, awalnya ada temannya yang memberitahu dengan WA secara pribadi. Dari situ tergerak untuk segera memberikan yang terbaik untuk penyembuhan Leni.
“Teman ini sungguh donatur berhati mulia. Alhamdulillah, dalam waktu singkat dana untuk biaya operasi Leni Febriyanti dapat terkumpul,” ujarnya.
Gatot mengungkapkan, sebelumnya dia sama sekali tidak mengenal Leni maupun keluarganya. Niat untuk membantu hanya semata-mata demi kemanusiaan.
Nah, setelah dana dari para donatur terkumpul, Gatot Plastik menghubungi ayah Leni, yakni Ibrahim Usman.
Setelah menjalin komunikasi, dan atas persetujuan pihak keluarga, Leni Febriyanti dibawa ke Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak.
“Proses operasi Leni Febriyanti pada 4 Oktober, dan diagnosa dokter ia bukan menderita kanker, melainkan tumor. Proses operasi cukup rumit karena tumor sudah menyebar. Dan kita bersyukur, operasi berjalan lancar dan biaya yang dibutuhkan sebanyak Rp 80 juta,” jelasnya.
Usai operasi, Leni diperbolehkan pulang ke rumah pada 8 Oktober, dan kondisi kesehatannya semakin stabil. Saat ini, pihak keluarga masih menunggu hasil laboratorium dari rumah sakit, karena menurut keterangan hasil operasi telah dikirim ke Jakarta.
“Mohon juga doa semuanya, semoga hasil pemeriksaan lab Leni Febriyanti memuaskan,” ujarnya.
Saat pemulangan, selain Gatot Plastik, turut hadir Tim PKH Dinas SPPPAPMD Mempawah dan staf Kemensos RI.
Rencana Bangun WC di Rumah Leni
Selanjutnya, saat Gatot Plastik mengantar Leni pulang tersebut, ia mengaku prihatin dan merasa terenyuh.
“Mohon maaf yang sebesar-besar, rumah Leni ternyata tidak memiliki WC, kamar mandi dan teras, sehingga jika hujan, air langsung masuk ke rumah,” ujarnya.
Nah, karena dana dari para donatur masih ada kelebihan, ia berencana akan segera membangun WC, kamar mandi dan teras di rumah Leni
Dana lebih ini masih tersimpan karena menunggu proses pencairan yang nanti akan diarahkan ke biaya konsul/rawat jalan dan sebagainya.
“Selebihnya, ungkapan rasa syukur saya sampaikan kepada semua yang terlibat dan para donatur. Saya salut, saya bangga dan ucapan terima kasih yang tak terhingga,” jelas Gatot.
Ia berharap, rencana untuk membangun WC, kamar mandi dan teras nantinya dapat direstui oleh para donatur. Dengan demikian, Leni sekeluarga akan memiliki rumah yang layak huni di masa depan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






