Sylva Untan dan Gemawan Tanam 1.000 Mangrove di Mempawah
Pontianak (Suara Kalbar)- Sylva Universitas Tanjungpura bersama Lembaga Gemawan melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove di Desa Sungai Bakau Kecil, Kabupaten Mempawah, sebagai bagian dari aksi mitigasi perubahan iklim melalui kolaborasi berbagai pihak.
Sekretaris Jenderal Sylva Indonesia, Wahyu Agung, menyatakan bahwa penanaman mangrove ini merupakan bagian dari Rapat Kerja Nasional Sylva Indonesia 2024, yang diinisiasi oleh Gemawan dan masyarakat setempat dengan menggunakan metode inovatif berupa selongsong bambu.
“Penanaman Mangrove ini bagian dari Rapat Kerja Nasional Sylva Indonesia 2024 dan diinisiasi oleh Gemawan bersama masyarakat setempat dengan metode inovatif menggunakan selongsong bambu. Lokasi yang kita pilih adalah Desa Sungai Bakau Kecil di Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, menjadi saksi nyata aksi lingkungan berkelanjutan melalui penanaman 1.000 pohon mangrove,” katanya melansir dari ANTARA, Rabu(24/07/2024).
Wahyu Agung menambahkan bahwa penanaman mangrove ini melibatkan 23 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, dengan jumlah anggota mencapai 52 perguruan tinggi.
“Selama 65 tahun perjalanan Sylva Indonesia, kami telah melahirkan banyak kader rimbawan yang berperan dalam pengelolaan hutan di Indonesia,” tuturnya.
Dia juga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah aksi nyata dalam mitigasi perubahan iklim, yang merupakan tema utama Rakernas.
Wahyu juga menyebut bahwa kegiatan ini mencakup perjalanan lapangan selama enam hari di Pontianak, dengan penanaman 1.000 pohon mangrove dan penggunaan 600 selongsong bambu di desa tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh konkret kepada pegiat alam dan aktivis lingkungan bahwa langkah kecil seperti penanaman mangrove ini, hasil kolaborasi antara Sylva Indonesia dan beberapa lembaga, tidak hanya menciptakan warisan tetapi juga merupakan implementasi nyata dari mitigasi perubahan iklim,” katanya.
Hermawansyah, Tenaga Sub Professional BRGM RI, menyatakan rasa bangganya dan merasa terinspirasi oleh semangat generasi muda.
“Pembelajaran dari Desa Sungai Bakau Kecil ini memberikan dorongan semangat kepada pemerintah. Dengan saling menguatkan dan melengkapi, kita bisa mengatasi keterbatasan yang ada,” kata Hermawansyah.
Sementara itu, Direktur Gemawan, Laili Khairnur menyampaikan pesan tentang pentingnya kolaborasi.
“Konsep ‘everyone is changemaker’ menegaskan bahwa setiap orang adalah agen perubahan. Kolaborasi sangat diperlukan karena masalah dunia sangat besar dan tidak mungkin diselesaikan oleh satu pihak saja,” kata Laili.
Ia menekankan bahwa setiap individu di sini adalah aktor perubahan, dan kontribusi apapun, jika dilakukan secara kolaboratif, dapat membawa dampak positif untuk Indonesia.
“Kegiatan ini menegaskan komitmen Sylva Untan dan Gemawan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim melalui tindakan nyata dan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak,” kata Laili.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






