Satgas Yornamed 10/Bradjamusti Terima Ratusan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan RI-Malaysia

Danrem 121/Abw Brigjen TNI Luqman Arief saat menjelaskan asal mula senjata api rakitan yang diamankan (SUARAKALBAR.CO.ID/Iqbal Meizar)

Pontianak (Suara Kalbar) – Keakraban yang dijaga oleh TNI Angkatan Darat khusunya bagi Satgas Pamtas Yornamed 10/Bradjamusti dengan Masyarakat wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia menghasilkan sesuatu yang baik.

Pasalnya dengan menjaga Keakraban dan komunikasi yang baik serta sosialisasi yang dilakukan secara berkala, dalam kurun waktu 1 tahun Satgas Pamtas Yornamed 10/Bradjamusti berhasil dipercayai oleh Masyarakat untuk mengamankan ratusan pucuk senjata api rakitan dari berbagai macam jenis.

Adapun jenis-jenis senjata yang diamankan tersebut berupa, 148 Pucuk Senjata Api Rakitan Laras Panjang, 5 Pucuk Senjata Api Rakitan Laras Pendek, 1 Bom Granade Aktif dan puluhan Amunisi siap pakai.

Danrem 121/Abw Brigjen TNI Luqman Arief selaku Dankolakops Rem 121/Abw menjelaskan, pendekatan yang dilakukan anggota dilapangan serta sosialisasi dan komunikasi yang baik dapat memberikan hasil yang baik.

“Sosialisasi yang dilakukan pegutas dilapangan terhadap masyarakat tentang bahaya atas undang-undang kepemilikan senjata api akhirnya membuahkan hasil yang baik ini dibuktikan dengan masyarakqt yang sukarela memberikanya,” ungkap Danrem usai Pers Release pada Selasa (11/6/2024.

Brigjen TNI Luqman Arief juga menyebutkan, Kebanyakan dari senjata api rakitan yang diamankan ini merupakan warisan yang diberikan secara turun temurun oleh pendahulunya.

“Untuk asal usul senjata ini sudah cukup lama, karena menurut keterangan dari masyarakat, mereka menyebutkan senjata ini diberikan atau di wariskan kepada penerus mereka, dan kebanyakan digunakan untuk berburu dan menjaga diri,” pungkasnya.

Saat ini ratusan senjata api rakitan tersebut sudah banyak yang tidak berfungsi, namun demikian senjata akan tetap diserahkan kepada Panglima Kodam 12/Tanjungpura yang kemudian akan di musnahkan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS