Ketapang Catat Inflasi Tertinggi di Kalbar

Aktivitas jual beli di Pasar Flamboyan, Pontianak, Kalbar. ANTARA

Pontianak (Suara Kalbar)- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan di Kalimantan Barat (Kalbar) pada Mei 2024 mencapai 2,84 persen, yang berada dalam rentang terkendali.

Plh BPS Kalbar, Firmasyah, menyampaikan bahwa inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Ketapang sebesar 3,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,59, sementara inflasi terendah terjadi di Kota Singkawang sebesar 2,09 persen dengan IHK sebesar 106,00.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Ketapang sebesar 3,37 persen dengan IHK sebesar 107,59 dan terendah terjadi di Kota Singkawang sebesar 2,09 persen dengan IHK sebesar 106,00,” ujarnya melansir dari ANTARA, Rabu(5/6/2024).

Ia menjelaskan bahwa komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi pada Mei 2024 antara lain beras, daging ayam ras, sawi hijau, sigaret kretek mesin (SKM), emas perhiasan, gula pasir, kentang, cabai rawit, bawang putih, dan kangkung.

“Sedangkan, komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain ikan kembung, ikan bandeng, telur ayam ras, tarif angkutan udara, minyak goreng, daging babi, bahan bakar rumah tangga, seng, tahu mentah, dan sampo,” jelas dia.

Terkait harga pangan khususnya di Kota Pontianak menjelang Idul Adha seperti di Pasar Flamboyan terpantau relatif stabil.

“Harga beras, telur, gula dan minyak goreng saat ini stabil tidak ada gejolak,” ujar pedagang Pasar Flamboyan, Munirah.

Ia menjelaskan untuk harga beras mulai dari medium hingga premium di kisaran Rp14.000 -Rp18.000 per kilogram.

“Harga beras tersebut relatif stabil atau tidak ada gejolak harga. Untuk harga telur juga demikian, di mana untuk paling murah Rp1.400 per butir dan paling mahal Rp2.500 per butir,” jelas dia.

Sementara itu, penjual sayur, Iwan mengatakan bahwa harga sayuran juga cenderung stabil tanpa kenaikan yang signifikan.

“Sekarang, harga cabe Rp36.000 per kilogram. Dari beberapa minggu yang lalu memang sudah segitu harganya. Harga sayuran lainnya aman tidak ada gejolak harga,” kata dia.

Pedagang lainnya yaitu Herman seorang pedagang bawang mengatakan harga bawang relatif stabil.

“Harga bawang merah sebelumnya adalah Rp40.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih Rp38.000 per kilogram. Keduanya turun menjadi Rp36.000 per kilogram,” kata dia.

Untuk kenaikan terjadi pada daging sapi karena faktor menjelang faktor Idul Adha.

“Harga daging sapi naik dari sebelumnya Rp150.000 menjadi Rp155.000 per kilogram,” jelas dia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS