SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Bengkayang Dermaga Teluk Suak Direncanakan Akan Diperbaiki Bupati Bengkayang

Dermaga Teluk Suak Direncanakan Akan Diperbaiki Bupati Bengkayang

Jembatan darurat yang dibangun warga sekitar untuk digunakan masyarakat yang ingin bepergian menggunakan kapal penumpang belum lama ini. SUARA KALBAR.CO.ID/Iqbal Meizar.

Bengkayang (Suara Kalbar) – Dermaga Teluk Suak yang menjadi akses untuk menuju lokasi wisata ke Pulau Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan yang kondisinya kini memprihatinkan direncanakan akan diperbaiki Pemkab Bengkayang.

Dermaga yang sudah beton tersebut tidak memiliki keamanan yang cukup untuk masyarakat. Posisi Dermaga yang cukup jauh membuat masyarakat harus membangun jembatan darurat untuk menaiki kapal, karena kapal pengangun tersebut tidak bisa mencapai dermaga dengan aman karena sudah menyentuh tanah bahkan ketika air surut, masyarakat yang menjadi penumpang kapal harus dilansir menggunakan kapal kecil untuk mencapai kapal penumpang.

Padahal, akses ini menupakan dermaga tunggal untuk menuju Pulau Lumukutan yang merupakan desa wisata yang cukup besar di Provinsi Kalimantan Barat dalam satu bulan saja tercatat hampir 10 ribu pengunjung yang datang kesana.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menjelaskan bahwa saat ini dirinya sedang mengusulkan ke pemerintah pusat untuk perencanaan pembangungan dermaga yang layak.

“Saat ini masih dalam proses pengusulan kepada pemerinta pusat, perencanaanya sudah kita miliki bahkan juga sekaligus dengan pembangunan dermaga Teluk Cina, Teluk Suak, Teluk Melano, dan Teluk Batu barat,” ujar Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis pada Selasa (25/6/2024).

Tak hanya untuk pembangunan dermaga, bahkan Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga akan membangun sekolah yang lengkap dari mulai Sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

“Selain Dermaga kami juga akan membangun sekolah dari mulai Sekolah dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas, termasuk juga jalan-jalan yang mengelilingi pulau Lumukutan ini, panjangnya itu sekitar belasan kilometer panjangnya,” katanya.

Posisi dermaga yang cukup jauh membuat masyarakat harus membangun jembatan darurat untuk menaiki kapal, karena kapal pengangun tersebut tidak bisa mencapai dermaga dengan aman karena sudah menyentuh tanah bahkan ketika air surut, masyarakat yang menjadi penumpang kapal harus dilansir menggunakan kapal kecil untuk mencapai kapal penumpang.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan