SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Unjuk Rasa May Day di Makassar Berujung Kericuhan, Kapolsek Nyaris Kena Lemparan Ban Bekas

Unjuk Rasa May Day di Makassar Berujung Kericuhan, Kapolsek Nyaris Kena Lemparan Ban Bekas

Kericuhan terjadi saat unjuk rasa memperingati May Day di Jalur Trans Sulawesi, tepatnya di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulsel, Rabu, 1 April 2024. (Beritasatu.com/Irfandi)

Makassar (Suara Kalbar)- Kericuhan pecah dalam unjuk rasa yang digelar untuk memperingati May Day di Jalur Trans Sulawesi, khususnya di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (1/5/2024).

Kericuhan dimulai ketika sekelompok mahasiswa dari Fakultas Saintek Universitas Islam Negeri (UIN) berusaha memblokade seluruh badan jalan dengan menggunakan sebuah truk sebagai panggung untuk orasi.

Awalnya, petugas dari Kepolisian Sektor Tamalate memberikan izin kepada mahasiswa untuk menggunakan setengah badan jalan guna menyampaikan pendapat mereka.

Namun, suasana semakin memanas ketika ban bekas yang dibakar di badan jalan menimbulkan bara yang semakin besar. Ketegangan antara polisi dan mahasiswa meningkat ketika seorang mahasiswa melemparkan sebuah ban mobil bekas ke arah truk, bahkan hampir mengenai Kapolsek Tamalate, AKP Aris Sumarsono.

Mahasiswa tersebut kemudian melarikan diri dan bersembunyi di antara rekan-rekannya ketika dikejar oleh polisi. Kericuhan berhasil diredakan setelah kedua belah pihak saling memisahkan mereka.

Sebelumnya, meskipun mahasiswa telah memblokade setengah badan jalan dengan membakar ban bekas, unjuk rasa berlangsung dengan tertib. Mereka menuntut revisi Undang-Undang Cipta Kerja yang dianggap merugikan buruh.

Dalam orasinya, mahasiswa mendesak pemerintah merevisi Undang-Undang Cipta Kerja. “Revisi Undang-Undang Cipta Kerja karena sangat merugikan buruh,” ujar salah seorang orator.

Setelah menyampaikan orasi, para mahasiswa membubarkan diri.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan