Polres Sanggau Amankan Dua Tersangka Dugaan TPPO

Ilustrasi - TPPO [int]

Sanggau (Suara Kalbar) -Satuan Reskrim Polres Sanggau mengamankan dua tersangka berinisial NA (40) dan JI (40) dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di jalan raya Kembayan dan Sekayam Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Kapolres Sanggau melalui Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP Indrawan Wira Saputra membenarkan telah menahan dua tersangka atas dugaan TPPO beberapa waktu lalu. Kedua tersangka diamankan di dua tempat yang berbeda setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan.

“Untuk tersangka NA diamankan pada Rabu (24/04/2024) sekira jam 14.00 Wib di Jalan Raya Kembayan, sedangkan tersangka JI diamankan pada Selasa (07/05/2024) Sekira Jam 04.00 Wib di Jalan Lintas Sekayam,” kata AKP Indrawan, Sabtu (25/05/2024).

Pengungkapan tersangka NA berawal saat personel Polsek Kembayan melakukan giat razia di depan Polsek Kembayan dan mendapati satu unit mobil dengan lima orang penumpang yang akan menuju kearah Entikong dan dicurigai sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non prosedural sehingga dilakukan pemeriksaan dan introgasi lisan terhadap supir.

“Setelah kita interogasi didapati 4 orang (CPMI) yang berasal dari Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak dan satu orang sebagai perekrut yang merupakan tersangka NA sehingga kelima orang tersebut bersama supir bernama MR tersebut beserta barang bukti dibawa ke Polres Sanggau,” ungkap Kasat Reskrim.

Adapun modus tersangka merekrut empat orang CPMI dengan menjanjikan akan mendapatkan fasilitas berupa makan, bilik / kamar di tanggung dan gaji sebesa 1.500 RM atau sekira Rp.4.800.000,- per bulannya.
“Dari rekrutan tersebut tersangka NA akan mendapatkan keuntungan sebesar RM 250 atau sekira Rp. 850.000,- per orangnya,”beber Indrawan.

Sementara itu untuk tersangka JI diamankan saat Polsek Sekayam melakukan giat razia di depan Polsek Sekayam pada selasa (07/05/2024) Sekira pukul 22.00 WIB, di Jalan Lintas Sekayam dan sekira Jam 04.00 Wib melintas satu unit mobil yang juga akan menuju Entikong.

Saat dihentikan dan introgasi lisan terhadap supir dan dilakukan pengecekan terhadap kendaraan tersebut diduga berisikan tiga orang CPMI yang berasal dari Kota Pontianak dan Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Selanjutnya tersangka JI selaku supir dalam membantu ZA (masih pengembangan kasus dalam hal memfasilitasi keberangkatan CPMI) bersama penumpangnya dan barang bukti dibawa ke Polres Sanggau untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka JI memperoleh keuntungan dari perbuatan yang dilakukannya sebesar Rp. 300.000,- per orangnya.

Adapun persangkaan pasal pada tersangka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Jo Pasal 69 Sub Pasal 83 Jo Pasal 68 Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia. Yaitu orang perseorangan dilarang melaksanakan penempatan Pekerja Migran Indonesia Sub setiap orang yang tidak memenuhi persyaratan yang dengan sengaja melakukan penempatan Pekerja Migran Indonesia.

Dengan ancaman hukumannya dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Lima Belas Miliar Rupiah.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS