Pembangunan Infrastruktur Kebersihan: PUPR Dukung Penajam Paser Utara sebagai Daerah Mitra IKN

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur Safwana (ANTARA)

Jakarta (Suara Kalbar)- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan dukungan kepada Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, dengan membantu pembangunan prasarana penunjang kebersihan berupa tempat pengelolaan sampah terpadu. Hal ini dilakukan mengingat daerah tersebut merupakan mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara, Safwana, menyatakan bahwa pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu ini penting untuk memastikan kebersihan wilayah yang menjadi daerah mitra IKN.

“Kementerian PUPR membantu pembangunan prasarana penunjang kebersihan berupa tempat pengelolaan sampah terpadu,” katanya melansir dari ANTARA, Rabu(15/5/2024).

Kementerian PUPR menginstruksikan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara segera menyusun perencanaan sekaligus anggaran pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu itu.

Kebutuhan anggaran pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu ditanggung pemerintah pusat, menurut dia, pemerintah kabupaten menyiapkan lahan sebagai lokasi pembangunan.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah menyiapkan lahan dengan luas sekitar dua hektare di sekitar kawasan tempat pembuangan akhir sampah di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam.

Prasarana pengelolaan sampah terpadu itu sebagai penunjang kebersihan di Kabupaten Penajam Paser Utara, kata dia, sebagai daerah mitra IKN.

“Sebagai daerah asal dan terdekat dengan IKN, serta masuk dalam daerah mitra IKN fasilitas bidang kebersihan harus memadai,” ujarnya.

Penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah terdekat IKN bakal semakin bertambah, kata dia, dengan pertambahan penduduk kuantitas sampah semakin meningkat.

“Bertambahnya orang luar daerah pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara, volume sampah juga ikut meningkat yang saat ini produksi sampah mencapai 50 ton per hari,” ujarnya.

Oleh karena itu, tempat pengelolaan sampah terpadu dibutuhkan dan penting dibangun di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang sekaligus menjadikan daerah mitra IKN ramah lingkungan.

“Fasilitas daur ulang sampah itu untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah beserta gangguan dan aspek lingkungan, serta barang hasil daur ulang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk baru,” kata Safwana.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Penulis: ANTARA KalbarEditor: Diko Eno