Pengamat: Prabowo Rangkul Partai Politik Lain untuk Kuatkan Posisi Politiknya di Pemerintahan

Peneliti Politik Utama dari BRIN Prof R Siti Zuhro di Jakarta, beberapa waktu lalu. ANTARA
Jakarta (Suara Kalbar)- Pengamat politik dan Peneliti Utama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Prof. R Siti Zuhro, upaya calon presiden Prabowo Subianto untuk merangkul partai politik (parpol) lain yang awalnya tidak mendukungnya sesuai dengan janji kampanye yang telah disampaikan. Menurutnya, jika Prabowo berhasil merangkul partai-partai untuk mendukungnya, maka posisinya dalam politik akan sangat kuat di pemerintahan.Zuhro menilai bahwa komunikasi politik dengan partai lain sudah dilakukan oleh kubu Prabowo. Setelah berhasil berkomunikasi dengan Partai Nasdem, Prabowo berencana melanjutkan upayanya dengan mengunjungi PDI Perjuangan dan PPP.
“Setelah berhasil berkomunikasi dengan Partai Nasdem, Prabowo ingin melanjutkan safarinya ke PDI Perjuangan dan PPP,” kata Zuhro melansir dari ANTARA, Senin(1/4/2024).

Menurut Zuhro, posisi dan peran politik PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu 2024 harus diperhitungkan oleh Prabowo. Dengan merangkul partai pemenang tersebut, posisi politik Prabowo akan sangat kuat, dan dia akan menjalankan model executive heavy, di mana kebijakan presiden didukung oleh DPR.

“Posisi Prabowo akan sangat kuat, model executive heavy yang membuat semua kebijakan presiden baru nanti didukung DPR,” kata dia.

Model politik tersebut diharapkan akan membuat kebijakan presiden berjalan lancar tanpa hambatan di lembaga legislatif atau DPR.

Sebelumnya pada Jumat (22/3), Prabowo Subianto menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh setelah dinyatakan unggul dalam pemilu 2024 oleh KPU. Dalam kesempatan itu, Prabowo pun mengatakan pihaknya selalu mengajak Partai NasDem secara politik.
Kemudian sejumlah politisi dari Partai Gerindra, PDI Perjuangan, dan PPP juga mengatakan bahwa tak menutup kemungkinan bakal ada pertemuan di antara partai-partai tersebut.

Pada masa kampanye, Prabowo Subianto menyampaikan dirinya ingin merangkul semua kekuatan di Indonesia jika memenangi pemilu presiden dan wakil presiden (Pilpres) 2024.

“Kalau yang diberi mandat Prabowo-Gibran, saya akan merangkul semua kekuatan di Indonesia. Tidak akan ada yang saya tinggalkan,” katanya saat berkampanye di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/12/2023).
Prabowo mengaku bersedia untuk tidak membedakan, baik pendukungnya maupun bukan, ketika terpilih menjadi presiden.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS